Seorang Pembelot Sebut Korut Hadapi Krisis Pangan

Arpan Rahman    •    Selasa, 17 Apr 2018 17:32 WIB
korea utara
Seorang Pembelot Sebut Korut Hadapi Krisis Pangan
Bendera Korut. (Foto: AFP)

Seoul: Korea Utara masih relatif terisolasi dengan dunia luar dan hanya memiliki sedikit teman. Hal ini berpotensi memicu krisis perekonomian yang dapat menyebabkan banyak masalah, salah satunya kekurangan pasokan makanan. 

Seorang pembelot asal Korut, yang meminta namanya tidak disebutkan media JoongAng Ilbo, mengatakan bahwa masalah kekurangan makanan telah menyebar ke seantero Korut. Warga biasa disebut "menderita" karena di beberapa daerah, sistem distribusi makanan untuk publik telah ditangguhkan.

"Muncul berbagai cerita bahwa jaringan distribusi makanan sudah benar-benar berhenti. Tidak hanya di Pyongyang, tapi juga di kota-kota regional," kata pembelot itu, seperti dinukil UPI, Selasa 17 April 2018. Ketidakstabilan harga juga membuat distribusi bahan makanan di pasar-pasar tradisional Korut terganggu. 

Laporan dari Korea Selatan menyebut pembelot itu sebagai seorang aktivis "berpangkat tinggi." Namanya tidak disebutkan karena alasan politik, di tengah menurunnya ketegangan di Semenanjung Korea setelah berakhirnya Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

Sementara itu Thae Yong-ho, pembelot yang pernah menjadi orang Nomor 2 di Kedutaan Besar Korut di London, telah menjauh dari sorotan media. Thae sebelumnya aktif di komunitas pembelot dan pergi ke Washington tahun lalu untuk bersaksi di depan Komite Urusan Luar Negeri Amerika Serikat.

Masih menurut keterangan dari pembelot, sebagian warga Korut khawatir bencana kelaparan besar kembali terjadi di masa lalu. Tragedi kelaparan sebelumnya telah menewaskan sekitar tiga juta warga Korut.

Namun, kementerian unifikasi di Seoul dan dinas intelijen nasional Korsel tidak khawatir. Kedua lembaga itu mengatakan sanksi ekonomi memang dijatuhkan Korut, tapi negara tersebut belum mencapai tahap yang memerlukan bantuan darurat.

Posisi itu bertentangan dengan pernyataan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). FAO menyatakan, dalam Laporan Global tentang Krisis Pangan, bahwa 41 persen populasi, atau 10,5 juta orang, di Korut kekurangan gizi.

Pemimpin Korut dan Korsel akan bertemu dalam pertemuan inter-Korea pertama mereka pada 27 April mendatang. Menurut analis asal Korsel, Park Jae-kyu dari Universitas Kyungnam, Seoul tidak boleh berkompromi soal denuklirisasi.

Park menilai untuk mencapai hasil nyata, pertemuan tidak boleh dilangsungkan terburu-buru.



(WIL)


Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

3 hours Ago

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendukung proposal Gedung…

BERITA LAINNYA