Uni Eropa dan Jepang Bersimpati atas Ledakan di Surabaya

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 14 May 2018 12:09 WIB
Teror Bom di Surabaya
Uni Eropa dan Jepang Bersimpati atas Ledakan di Surabaya
Teror bom di Surabaya. (Foto: AFP).

Jakarta: Serangkaian ledakan di bom di Surabaya mendapat perhatian dari komunitas internasional. Setelah Iran, Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jepang dan Uni Eropa juga turut menyampaikan kecaman dan bela sungkawa atas peristiwa ini.

"Sehubungan dengan peristiwa peledakan bom di beberapa tempat di kota Surabaya, Bapak Taro Kono, Menteri Luar Negeri Jepang mengirimkan ucapan simpati dan belasungkawa kepada Menteri Luar Negeri RI Ibu Retno Marsudi," demikian dikutip dari pernyataan Kedubes Jepang di Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Menlu Kono menuturkan menyampaikan rasa simpati serta duka cita mendalam kepada para korban meninggal dan seluruh keluarga. "Sekaligus kami menyampaikan rasa solidaritas kepada Pemerintah Indonesia serta seluruh rakyat dan bangsa Indonesia atas kejadian ini," tukasnya.

Sementara itu, Uni Eropa menyampaikan hal senada lewat situs resminya. Juru bicara Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Maja Kocijancic menyatakan belasungkawa kepada para korban dan keluarga.

"Serangan terhadap komunitas saat beribadah bertentangan dengan budaya dan tradisi kerukunan antar-ahama dan keberagaman agama di Indonesia, yang menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia, terutama di masa-masa ketegangan saat ini," tukas Kocijancic.

Uni Eropa juga menyatakan akan terus bekerja sama erat dengan Indonesia dalam upaya melawan terorisme dan radikalisme.

"Kami akan terus berdiri dalam solidaritas dengan pihak berwenang di Indonesia dan rakyatnya di saat-saat seperti ini," imbuh dia.

Serangan bom bunuh diri terjadi di beberapa wilayah di Surabaya. Dimulai dari ledakan di tiga gereja pada Minggu pagi, 13 Mei 2018. Sementara itu, ledakan kembali terjadi di sebuah rumah susun di Sidoarjo pada malam harinya.

Pagi ini, tepatnya pukul 8.50 bom meledak di Mapolrestabes Surabaya. Akibat insiden ini, 10 orang terluka, empat di antaranya polisi.

Total korban tewas akibat serangan bom di Surabaya mencapai 17 jiwa. Hingga kini, penjagaan ketat terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di ibu kota Jakarta.


(WIL)