Indonesia Sayangkan AS Keluar dari Dewan HAM PBB

Sonya Michaella    •    Rabu, 20 Jun 2018 15:46 WIB
indonesia-pbb
Indonesia Sayangkan AS Keluar dari Dewan HAM PBB
Menlu RI Retno Marsudi dengan Menlu AS Mike Pompeo. (Foto: Kemenlu AS)

Jakarta: Indonesia sangat menyayangkan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk keluar dari Dewan HAM PBB, meski RI juga menyadari kinerja badan tersebut memang belum sempurna.

"Tetapi proses reformasi seperti yang dibutuhkan beberapa badan PBB lainnya antara lain Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB,  justru membutuhkan komitmen politis dan  semangat kerja sama multilateralisme dari anggota PBB," sebut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri RI di laman resminya, Rabu 20 Juni 2018.

"Dewan HAM merupakan forum kerja sama multilateralisme dan komitmen masyarakat internasional untuk menegakkan dan memajukan perlindungan HAM," lanjut pernyataan itu.

Lebih penting, Dewan HAM juga menjadi harapan bagi masyarakat lemah di seluruh dunia untuk mendapat perhatian bagi perlindungan dari berbagai pelanggaran HAM.

Kendati demikian, Indonesia bersama negara-negara lainnya di dunia akan terus berkontribusi dan bekerja sama untuk menegakkan dan memajukan perlindungan HAM melalui kerja sama multilateralisme sesuai mandat Dewan HAM, termasuk memperkuat kinerja Dewan HAM PBB. 

Hari ini, AS memutuskan keluar dari Dewan HAM PBB. AS menilai bahwa kinerja badan tersebut sangat buruk.

"Kami harus jujur bahwa Dewan HAM PBB adalah pembela hak asasi manusia yang buruk. Kinerja mereka buruk," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo juga menyebutkan bahwa Dewan HAM PBB memberi ruang bagi negara-negara pelaku pelanggaran HAM untuk duduk di dewan tersebut.

Dibentuk pada 2006, dewan yang berbasis di Jenewa ini dikritik karena memperbolehkan negara-negara dengan catatan HAM yang meragukan menjadi anggota dan AS merasa sering dibuat kecewa oleh badan ini.


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA