Korsel Perketat Izin Aksi Protes Jelang Kedatangan Donald Trump

Fajar Nugraha    •    Jumat, 03 Nov 2017 11:52 WIB
korea selatan
Korsel Perketat Izin Aksi Protes Jelang Kedatangan Donald Trump
Presiden AS Donald Trump akan mengunjungi Korea Selatan pada 7-8 November (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Seoul: Pihak Kepolisian Korea Selatan (Korsel) akan memperketat berlangsungnya protes anti-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
 
Trump sendiri akan datang ke Korsel dalam kunjungan kenegaraan pertama ke Negeri Gingseng, sebagai kepala negara.
 
"Ini adalah pertama kalinya Seoul menerapkan pembatasan aksi protes sejak Presiden Moon Jae-In berkuasa pada Mei lalu," sebut kantor berita Yonhap, seperti dikutip AFP, Jumat 3 November 2017.
 
Penyelenggara dari sekitar 50 aksi protes,-sebagian besar protes anti-Trump,- mengajukan izin untuk melakukan demonstrasi di Seoul. Tetapi polisi menolak sebagian besar pengajuan izin tersebut, untuk melakukan protes di sekitar Gedung Biru.
 
Polisi hanya memberikan izin aksi terhadap dua penyelenggara. Salah satu diantaranya adalah massa yang mendukung kedatangan Trump.
 
Apa yang dilakukan pihak berwenang saat ini seperti bertolak belakang dengan kampanye dari Moon Jae-In. Semasa kampanye, Presiden Moon menjanjikan diberikannya kebebasan berekspresi kepada warga yang sebelumnya dibatasi ketat oleh mantan Presiden Park Geun-Hye.
 
Sementara keamanan ketat diperkirakan akan dipersiapkan selama kunjungan Trump pada 7-8 November. Selama ini Korsel dianggap sebagai sekutu utama AS di Semenanjung Korea dalam menghadapi provokasi Korea Utara.



(FJR)