Bertemu Presiden Filipina, Menlu Retno Bahas Nasib Sandera

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 03 Jan 2018 23:28 WIB
wni disandera abu sayyaf
Bertemu Presiden Filipina, Menlu Retno Bahas Nasib Sandera
Menlu Retno bertemu Presiden Filipina bahas nasib ABK yang disandera Abu Sayyaf. (Foto: Dok. Kemlu RI).

Davao: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Dalam kunjungan kerja ini, Menlu Retno menyinggung nasib anak buah kapal (ABK) Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf.
 
Menlu Retno bertemu dengan Presiden Duterte saat melakukan kunjungan kerja di Davao, Filipina Selatan.
 
"Menlu Retno meminta perhatian Filipina untuk membantu pelepasan lima WNI  yang masih disandera di Sulu sejak November 2016," ujar Kementerian Luar Negeri lewat pernyataan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu 3 Januari 2018.
 
Selain itu, Menlu Retno menyampaikan apresiasi pada Pemerintah Filipina atas kerja sama proses penetapan status kewarganegaraan bagi keturunan Indonesia yang telah hidup lama di Filipina Selatan.
 
Menlu Retno juga menyampaikan dalam kunjungan kerjanya, telah ditandatangani kerja sama pendidikan Islam, khususnya dengan sekolah-sekolah di Filipina Selatan. Filipina selatan sendiri mayoritas penduduknya beragama Islam.
 
"Hari ini telah tandatangani kerja sama pendidikan Islam untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Filipina Selatan," tulis Kemenlu.
 
Menlu Retno secara simbolik telah menyerahkan 300 paspor WNI kepada warga keturunan Indonesia yang selama ini tinggal di Filipina Selatan, hari ini.
 
"Pendataan dan penegasan status bukan merupakan proses yang mudah. Alhamdulillah, dengan upaya keras akhirnya dapat kita lakukan," ucap Menlu Retno.
 
Selain itu, dia juga menandatangani kerja sama pendidikan Islam. Kerja sama ini difokuskan untuk sekolah-sekolah Islam di Mindanao Selatan.
 
Peluncuran kerja sama pendidikan Islam ini dilakukan di Madrasah Al Munawwara, Davao, Filipina Selatan. Madrasah ini merupakan sekolah Islam pertama yang terakreditasi sejak 1996.
 
Peluncuran kerja sama pendidikan ini merupakan tindak lanjut pembicaraan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Manila pada November 2017.
 
Kala itu, dua pemimpin negara menyepakati pentingnya mengembangkan pendidikan Islam yang menyebarkan ajaran Islam yang Rahmatan lil-Alamin.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA