Kemenlu Desak Malaysia Buka Akses ke WNI Terduga ISIS

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 24 Jan 2018 17:11 WIB
isiswni gabung isis
Kemenlu Desak Malaysia Buka Akses ke WNI Terduga ISIS
Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir desak Malaysia beri akses konsuler kepada WNI terduga ISIS yang ditahan (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia masih berusaha mendapatkan akses ke WNI terduga ISIS yang ditangkap di Malaysia. Hingga kini, perwakilan RI di Negeri Jiran belum diperbolehkan bertemu terduga WNI itu.
 
 
"Kita terus berusaha meminta agar kita memiliki akses kepada warga kita," kata Wamenlu AM Fachir di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Januari 2018.
 
Ia menyebut akses tersebut sangat penting. Sebab hingga kini belum bisa dipastikan apakah WNI itu benar-benar warga Indonesia. Kemenlu harus memastikan terlebih dahulu status kewarganegaraannya.
 
"Sebenarnya itu adalah untuk kepentingan Malaysianya sendiri memastikan apakah itu orang Indonesia apa bukan," imbuh Fachir.
 
Ada tata cara atau 'unggah-ungguh' dalam hubungan kedua negara. Ia menyangsikan sikap Malaysia yang tak memberikan akses perwakilan Indonesia. Sebab dalam kondisi apapun, Indonesia dan Malaysia memiliki keterikatan yang didasari hubungan diplomasi.
 
Maka sangat mengherankan sampai saat ini Negeri Jiran itu tak membuka akses apapun. Hanya pemberitaan sepihak yang menyudutkan Indonesia. Sementara Kemenlu RI tak diberi ruang klarifikasi.
 
"Justru itu karena kita belum dapat akses bagaimana kita mau klarifikasi," tandasnya.
 
 
Malaysia menangkap dua pria terduga anggota Islamic State yang terdiri dari satu Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Malaysia.
 
Dikutip dari Strait Times, Senin 22 Januari 2018, WNI ini terdaftar bekerja sebagai buruh dan ditangkap Polisi Diraja Malaysia di Selangor pada 17 Januari kemarin.
 
Menurut penyelidikan PDM, WNI ini merencanakan penyerangan ke sejumlah lokasi di Malaysia. Selain itu, dilaporkan WNI ini bersama WN Malaysia yang ditangkap pada 23 Desember, menyebarkan paham ISIS.
 
WNI ini juga diketahui berencana mencuri senjata untuk melancarkan serangan ke Malaysia dan Indonesia.
 
"Tersangka (WNI) sempat berjalan-jalan di sekitar Malaysia, Jalan Pudu, dan mengincar warga Buddha demi membalas kekejaman yang terjadi di Myanmar," sebut pernyataan dari Polisi Diraja Malaysia.



(FJR)