Densus 88 Bantu Penyelidikan WNI Terduga Teroris di Filipina

Sonya Michaella    •    Kamis, 09 Nov 2017 13:47 WIB
wniterorisme di filipina
Densus 88 Bantu Penyelidikan WNI Terduga Teroris di Filipina
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Foto: Fajar Nugraha/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa KJRI Davao masih mendalami kasus Mohammad Ilham Syahputra yang ditangkap otoritas Filipina, Rabu pekan lalu.
 
 
"KJRI Davao masih menyelidiki dan sudah ada tim Densus 88 di sana untuk membantu penyelidikan," kata Arrmanatha, kepada awak media di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 9 November 2017.
 
"Aspek sidik jari juga sedang didalami. Ilham juga mengaku dirinya berasal dari Medan, Sumatera Utara," lanjut dia.
 
Sebelumnya, Jumat sore, 3 November lalu Wakil Dubes RI di Manila dan Atase Polisi telah mendapat akses konsuler dan melakukan wawancara untuk menentukan status kewarganegaraan yang bersangkutan.
 
 
Sumber militer Filipina mengatakan militan bernama Muhammad Ilham Syahputra adalah pria 23 tahun yang fasih berbicara bahasa Filipina dan membawa sebuah granat. Dia berusaha menyamar sebagai seorang perwira intelijen militer.
 
Kepala Kepolisian Daerah John Guyguyon mengatakan WNI itu mengaku ikut dalam operasi ISIS, termasuk pertempuran dengan pasukan pemerintah di Piagapo, Lanao del Sur, pada April, sekitar sebulan sebelum pengepungan Marawi dimulai pada 23 Mei.
 
"Dia diundang Isnilon Hapilon untuk menjadi bagian dari perjuangan di sini," kata John.
 
Hapilon adalah mantan pemimpin Abu Sayyaf yang ditunjuk ISIS sebagai perwakilan regional mereka, atau 'emir.' Hapilon tewas terbunuh pada 16 Oktober di Marawi.



(FJR)