Mahathir Mohamad Dilarang Menjenguk Anwar Ibrahim

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 11 Jan 2018 13:08 WIB
mahathir mohamad
Mahathir Mohamad Dilarang Menjenguk Anwar Ibrahim
Mahathir Mohamad ditemani putri Anwar Ibrahim, Nur Izzah. (Foto: AFP/ Manan Vatsyayana).

Kuala Lumpur: Otoritas penjara melarang calon Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menjenguk pemimpin oposisi yang masih dalam masa tahanan, Anwar Ibrahim.
 
Mahathir mengaku kecewa karena dilarang bertemu dengan orang yang diduga akan menjadi sekutunya melawan kekuasaan PM Najib Razak tersebut.
 
"Saya kecewa, karena kita hidup di negara demokratis, namun saya tidak diizinkan bertemu dengan kawan dekat saya," ucapnya, didampingi putri Anwar, Nurul Izzah, dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis 11 Januari 2018.
 
Padahal, aku Mahathir, kedatangannya ke rumah sakit untuk maksud baik, yakni ingin berterima kasih karena Anwar tidak menolak ketika koalisi oposisi, Pakatan Harapan, menunjuknya sebagai calon perdana menteri dalam pemilihan umum tahun ini.
 
"Saya hanya ingin bertemu untuk mengucapkan terima kasih karena bersedia mendukung keputusan untuk mencalonkan saya sebagai kandidat," imbuh Mahathir.
 
Mantan PM Malaysia itu mengunjungi Anwar hanya selang beberapa waktu dari penunjukkannya sebagai calon perdana menteri. Jika oposisi menang, Mahathir diduga akan menduduki kursi perdana menteri ketika Anwar bebas.
 
Menurut rencana, Anwar bebas pada 8 Juni mendatang.
 
"Tidak mudah bagi kami menerima keputusan ini. Untuk mencapai konsensus, untuk menerima saya sebagai wakil Pakatan yang harus mengisi posisi perdana menteri," lanjutnya.
 
Nurul Izzah, putri Anwar mengaku sedih karena seharusnya momen pertemuan kedua pejabat itu bisa membuat perubahan dan harapan bangsa. Sebagaimana diketahui, keduanya sempat menjadi musuh bebuyutan.
 
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dinobatkan sebagai kandidat pemimpin Negeri Jiran dari kubu oposisi. Dia akan menjadi lawan PM Malaysia saat ini, Najib Razak, dalam pesta demokrasi mendatang.
 
Pria 92 tahun itu dapat kembali ke kursi kepemimpinan, 15 tahun setelah dirinya mengundurkan diri. Mahathir juga setuju membukakan jalan bagi pemimpin oposisi yang dipenjara, Anwar Ibrahim. 



(FJR)


62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

21 hours Ago

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab…

BERITA LAINNYA