NU Tegaskan Perdamaian Hamas dan Fatah Modal Utama Palestina

Willy Haryono    •    Jumat, 03 Nov 2017 16:32 WIB
palestina merdeka
NU Tegaskan Perdamaian Hamas dan Fatah Modal Utama Palestina
Diskusi mengenai Palestina di kantor PBNU di Jakarta (Foto: Willy Haryono/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Nahdlatul Ulama menyambut baik semakin membaiknya hubungan antar Hamas dan Fatah, dua organisasi utama di Palestina. Menurut NU, persatuan antar sesama warga Palestina adalah modal kuat dalam mendirikan negara independen dan berdaulat.
 
"NU mendengar ada upaya-upaya duduk bersama untuk menyelesaikan perbedaan, menyatukan Hamas dan Fatah di Palestina. Itulah usaha yang diperlukan Palestina," ujar salah satu petinggi PBNU, Marsudi Suhud, dalam acara bertajuk 'Calling to End Israeli's Occupation on Palestinian Territories' di kantor PBNU, Jakarta, Jumat 3 November 2017. 
 
"Hamas dan Fatah sudah bersatu, itulah modal utama bagi negara Palestina," lanjut dia.
 
Marsudi menilai masalah-masalah yang dihadapi Palestina saat ini juga pernah dialami Indonesia di masa lalu. Negara Indonesia tidak berdiri mulus begitu saja, karena dipenuhi halangan dan rintangan. 
 
Untuk menyatukan Indonesia yang belum menjadi negara, Marsudi melanjutkan, para kiai NU menggelar Muktamar XI pada 1936. Ketika itu mereka semua berkumpul untuk membayangkan dan menginginkan berdirinya sebuah negara. 
 
Menyadari potensi perselisihan antar umat Islam di Tanah Air, para kiai NU pun mengeluarkan fatwa bahwa daerah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim diwajibkan menjaga agar wilayahnya tersebut tidak menjadi zona konflik. 
 
Setelah melewati berbagai proses, "akhirnya berdirilah negara yang berasaskan Pancasila," ungkap Marsudi. 
 
Dalam perjalanan setelah menjadi negara hingga saat ini, Marsudi menyebut ada beberapa kelompok yang mempunyai keinginan untuk mengubah dasar negara. Menurutnya, gerakan semacam itu wajar. "Walau ada yang masih ingin mengubah (dasar) negara RI, tapi semua itu bisa diatasi hingga saat ini," kata Marsudi.
 
Ia menambahkan, sesungguhnya NKRI ini dibentuk dengan "mencontek" bentuk negara Madinah yang didirikan Nabi Muhammad SAW di masa lalu. Negara Madinah itu, lanjut Marsudi, dihuni masyarakat yang agamanya berbeda-beda.
 
"Bahkan Muslimnya saja ada dua. Satu muslim asli Madinah, dan Muslim pendatang. Selain Islam, di sana ada nasrani, majusi dan yahudi," ucap Marsudi.
 
Kembali ke Palestina, Marsudi menegaskan kembali dukungan NU dan Pemerintah Indonesia terhadap perjuangan Palestina. Diharapkan momentum berdamainya Hamas dan Fatah ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk berjuang melawan Israel yang secara ilegal menduduki wilayah Palestina.
 
"Palestina akan selalu kita dukung, karena Indonesia adalah saudara negara Palestina," tutup Marsudi.



(FJR)