Bangladesh Desak Pengungsi Rakhine Kembali ke Myanmar

Arpan Rahman    •    Senin, 02 Oct 2017 22:58 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Bangladesh Desak Pengungsi Rakhine Kembali ke Myanmar
Pengungsi asal Rakhine yang sebagian besar etnis Rohingya tiba di kamp Kutupalong, Bangladesh, 3 September 2017. (Foto: AFP))

Metrotvnews.com, Cox's Bazar: Bangladesh membuka pembicaraan dengan Myanmar di Dhaka, Senin 2 Oktober 2017, untuk mendiskusikan kepulangan lebih dari setengah juta pengungsi asal Rakhine State, yang sebagian besarnya adalah etnis Muslim Rohingya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyebut eksodus 507.000 Rohingya sejak 25 Agustus adalah krisis kemanusiaan yang berkembang paling cepat di dunia. PBB menuduh bahwa Myanmar -- negara dengan mayoritas penduduknya beragama Buddha -- melakukan pembersihan etnis terhadap Rohingya.

Myanmar membantah tudingan PBB, dan menegaskan operasi militer di Rakhine semata untuk memburu grup militan Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA. Krisis terbaru di Rakhine dipicu serangan ARSA terhadap sejumlah pos polisi pada 25 Agustus.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina sudah menyerukan Myanmar agar kekerasan di Rakhine dihentikan. Ia juga mengusulkan dibentuknya zona aman di Myanmar agar Rohingya bisa kembali pulang.

Dalam pertemuan di Dhaka, Bangladesh fokus pada lima proposal, terutama pemulangan pengungsi. Pertemuan berlangsung antara Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali dan pejabat pemerintah Myanmar Kyaw Tint Swe.

"Kami tidak berpikir krisis ini akan diselesaikan hanya dalam satu pertemuan," kata seorang pejabat anonim, seperti dinukil AFP, Senin 2 Oktober 2017.

Krisis atas tindakan keras Myanmar terhadap Rohingya menjadi masalah terbesar yang harus dihadapi pemimpin de facto Aung San Suu Kyi sejak membentuk pemerintahan tahun lalu, menyusul kemenangan pemilihan umum pada akhir 2015.

Suu Kyi, sang peraih Nobel Perdamaian, mengatakan bahwa Myanmar siap memulai proses verifikasi status pengungsi berdasarkan kesepakatan 1993 dengan Bangladesh.
Sebelum ada eksodus terbaru, sudah ada sekitar 300.000 pengungsi asal Rakhine di Bangladesh.


(WIL)