Ryamizard dan Menhan Vietnam Bahas Penanggulangan Terorisme

Sonya Michaella    •    Jumat, 13 Oct 2017 10:50 WIB
indonesia-vietnam
Ryamizard dan Menhan Vietnam Bahas Penanggulangan Terorisme
Menhan RI Ryamizard Ryacudu (tengah) bersama Menhan Vietnam Ngo Xuan Lich, di Kemhan RI, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017. (Foto: Metrotvnews.com/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penanganan terorisme dan radikalisme menjadi salah satu topik yang dibicarakan dalam kunjungan Menteri Pertahanan Vietnam, Ngo Xuan Lich, ke Indonesia.

Kunjungan ini diterima Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, sekitar pukul 09.00 WIB, di Kementerian Pertahanan RI. Penyambutan diawali dengan Upacara Jajar Kehormatan.

“Dua negara bersahabat harus terus meningkatkan kerja sama pertahanan. Kami sadar sedemikian kompleksnya ancaman terorisme yang nyata ini, maka diharapkan Kemhan dua negara menjalin komunikasi serta koordinasi dan siap untuk menghadapi segala bentuk ancaman,” kata Ryamizard di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kemhan RI, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Perkembangan geopolitik saat ini, lanjut dia, telah memicu beragam ancaman yang cukup berbahaya, antara lain terorisme dan radikalisme, separatisme dan pemberontakan, bencana alam, pelanggaraan wilayah perbatasan, perompakan dan pencurian, wabah penyakit, peredaran narkoba dan perang intelijen.

“Ancaman di kawasan memang kecil, tetapi kita harus siap siaga untuk menghadapi ancaman yang sewaktu-waktu bisa datang,” ungkap Ryamizard.

Dikatakan pula, Indonesia dan Vietnam mempunyai peran penting untuk menjaga kestabilan di kawasan Asia Tenggara. Dua negara mempunyai kepentingan untuk mendorong terciptanya perdamaian dan kesejahteraan.

Selain itu, beberapa hal juga dibahas dalam pertemuan bilateral, yaitu mengenai Forum Dialog Strategis Pertahanan dan Angkatan Bersenjata, kerja sama di bidang pendidikan dan latihan, kerja sama bidang Peace-Keeping Operation, dan juga penjajakan kerja sama di bidang industri pertahanan.

“Di kerja sama pendidikan dan latihan, ada satu anggota militer Vietnam yang mengenyam pendidikan di Indonesia dan 12 anggota militer Indonesia yang belajar di Vietnam,” ujar dia lagi.

Kedua negara akhirnya sepakat mendukung terselenggaranya dialog strategis pertahanan dalam format Defence Policy Dialogue dan juga melanjutkan Joint Working Group pada tingkat Angkatan Bersenjata.







(WIL)