Trump: Asia Pasifik Jangan Tersandera Khayalan Sinting Korut

Arpan Rahman    •    Jumat, 10 Nov 2017 16:33 WIB
ktt apecdonald trump
Trump: Asia Pasifik Jangan Tersandera Khayalan Sinting Korut
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam forum KTT APEC (Foto: AFP).

Da Nang: Presiden Amerikat Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan kawasan Asia-Pasifik mengenai bahaya Korea Utara (Korut). Hal ini diutarakannya dalam rangkaian pertemuan KTT APEC.

"Kawasan Asia-Pasifik tidak boleh tersandera pada fantasi sinting seorang diktator tentang penaklukan yang ganas dan pengembangan senjata nuklir," kata Donald Trump, seperti dikutip AFP, Jumat 10 November 2017.

Trump memperingatkan "setiap langkah yang dilakukan rezim Korea Utara (Korut) terhadap lebih banyak senjata merupakan langkah yang membawa bahaya lebih besar dan makin besar".

Pembicaraan keras terakhirnya tentang Pyongyang dan pemimpinnya Kim Jong-un, juga dikaitkan dengan isu program senjata nuklir Korut telah berkembang pesat di dalam muhibah perdana Trump di Asia.

Presiden AS ingin mendapatkan dukungan untuk meningkatkan sanksi terhadap Pyongyang saat berkunjung ke Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Vietnam, dan Filipina.

Keluhan ketidakadilan perdagangan

Di depan audiens terdiri para kepala pemerintahan, pada Jumat, Trump juga mengklaim bahwa AS belum "diperlakukan secara adil oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)". Ia mencamkan bahwa dirinya tidak akan membiarkan negaranya "dimanfaatkan lagi".

Dia katakan, Amerika telah menurunkan hambatan pasar. Namun "negara lain tidak membuka pasar mereka kepada kami".

"Kami tidak bisa lagi mentoleransi penyalahgunaan perdagangan kronis ini dan kami tidak akan mentolerirnya," tambahnya.

Seraya menyatakan bahwa dia akan selalu "menaruh Amerika di tempat utama".

Dia mengklaim seluruh dunia sedang terangkat karena pembaharuan ekonomi Amerika dan mengklaim sebuah "optimisme baru" sudah melanda AS sejak dia terpilih sebagai presiden.

Mantan pengusaha properti itu juga membacakan statistik pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran rendah, dan meningkatnya harga pasar saham.


(FJR)