Kata-Kata Hangat Xi Akhiri Kunjungan Tillerson di Tiongkok

Arpan Rahman    •    Minggu, 19 Mar 2017 15:42 WIB
as-tiongkok
Kata-Kata Hangat Xi Akhiri Kunjungan Tillerson di Tiongkok
Menlu AS Rex Tillerson (kiri) dan Presiden TIongkok Xi Jinping di Beijing, 19 Maret 2017. (Foto: AFP/THOMAS PETER)

Metrotvnews.com, Beijing: Kata-kata penuh kehangatan dari Presiden Tiongkok Xi Jinping, Minggu 19 Maret 2017, mengakhiri kunjungan perdana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson ke Asia. 

AS sepakat bekerja sama dengan Tiongkok soal Korea Utara (Korut) dan mengesampingkan sejumlah isu rumit.

Tiongkok semula kesal dengan peringatan Washington yang berulang-ulang agar mengendalikan program nuklir dan rudal Korut. Ditambah lagi dengan keputusan AS menanam sistem pertahanan rudal canggih THAAD di Korea Selatan (Korsel).

Beijing juga begitu mewaspadai niat AS terhadap otonomi Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai wilayahnya. Pemerintahan Trump rajin menyusun perseteruan besar baru soal wilayah pulau itu untuk membuat Tiongkok marah.

Di depan wartawan. Xi mengatakan Tillerson telah berbuat banyak untuk mencapai kelancaran transisi di era baru hubungan kedua negara.

"Anda boleh sebut bahwa hubungan Tiongkok-AS hanya bisa menjadi bersahabat. Saya menyampaikan penghargaan saya untuk ini," kata Xi, seperti dikutip Reuters, Minggu 19 Maret 2017.

Xi mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Donald Trump beberapa kali melalui percakapan telepon dan pertukaran pesan.

"Kami berdua percaya bahwa kerja sama Tiongkok-AS selanjutnya menjadi arah yang sama-sama kami perjuangkan. Kami berdua mengharapkan sebuah era baru bagi perkembangan konstruktif," cetus Xi.

Sulit Diduga

"Kepentingan bersama Tiongkok dan Amerika Serikat jauh lebih besar daripada perbedaan, dan kerja sama adalah satu-satunya pilihan yang tepat bagi kami berdua," Xi menambahkan, dalam komentar yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Tiongkok dan AS harus memperkuat koordinasi pada isu-isu regional yang bergejolak, saling menghormati inti kepentingan dan perhatian utama satu sama lain, dan melindungi stabilitas hubungan secara luas, kata Xi.

Tillerson menjawab Trump berharap bisa meningkatkan saling pengertian dengan Tiongkok dan mengharapkan berkunjung Xi di masa mendatang. 

Trump sejauh ini telah menjadi mitra yang susah diduga Tiongkok. Dia menyerang Beijing soal beberapa isu, mulai dari rute perdagangan ke Laut Cina Selatan, dan pada Desember sempat membuat geram Beijing setelah dirinya berbincang dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Sebelum Tillerson tiba di Beijing pada Sabtu 18 Maret, Trump menyebut Korut "berperilaku sangat buruk" dan menuding Tiongkok kurang berani bertindak untuk menyelesaikan krisis program senjata Pyongyang.



(WIL)