10 Menlu ASEAN akan Bahas Kerja Sama Kawasan Bersama Tillerson

Sonya Michaella    •    Jumat, 21 Apr 2017 17:04 WIB
asean
10 Menlu ASEAN akan Bahas Kerja Sama Kawasan Bersama Tillerson
Menlu AS Rex Tillerson di Washington DC, 19 April 2017. (Foto: AFP/MARK WILSON)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) bulan depan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tidak sendiri. Sembilan menlu negara anggota ASEAN juga mengunjungi AS dalam rangka pertemuan AS-ASEAN pada awal Mei 2017.

"Jadi ada pertemuan para menlu ASEAN dan Menlu AS (Rex Tillerson) di Washington DC, dan sekali lagi ini merupakan turunan dari komitmen AS untuk tetap secara aktif menggandeng kawasan," kata Menlu Retno ketika ditemui di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat 21 April 2017.

Di awal Presiden AS Donald Trump menjabat, sejumlah pertanyaan sempat mencuat. Apakah Trump akan tetap melanjutkan komitmen pendahulunya, Barack Obama, di kawasan ASEAN atau tidak.

"Pertanyaan itu sudah dijawab Wapres AS Mike Pence, di mana terkonfirmasi Trump akan hadir di KTT ASEAN. Pesan ini disampaikan langsung Pence saat di Sekretariat ASEAN kemarin," ungkap Menlu Retno.

Menurut Menlu Retno, ini merupakan sinyal baik bagi Indonesia dan Asia Tenggara. Pertemuan para Menlu ASEAN dan Tillerson bulan depan akan membahas soal kerja sama apa yang bisa dilakukan di kawasan.


Menlu Retno di Hotel Shangrila, Jakarta, 21 April 2017. (Foto: MTVN)

"Tujuannya, menjaga stabilitas keamanan kawasan dan memajukan kerja sama ekonomi dalam konteks kesejahteraan dan dasarnya adalah win-win solution," beber dia.

Pence telah mengonfirmasi Trump akan menghadiri serangkaian KTT ASEAN, yakni KTT itu sendiri, East Asia Summit di Filipina dan APEC di Vietnam pada November mendatang. 

Dalam pidatonya, Pence juga mengatakan AS sangat berkomitmen untuk bekerja sama dengan ASEAN, terlebih untuk menjaga stabilitas Laut China Selatan.
 
"Kami sangat berkomitmen untuk bekerja sama demi stabilitas Laut China Selatan, di mana semua pihak harus mematuhi peraturan-peraturan yang ada," tegas Pence.


(WIL)