Menlu Inggris Desak China Kendalikan Korut

Sonya Michaella    •    Kamis, 06 Jul 2017 19:06 WIB
korea utara
Menlu Inggris Desak China Kendalikan Korut
Menlu Inggris Boris Johnson desak China agar memberikan tekanan lebih kepada Korea Utara (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Hamburg: Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson juga turut mendesak China agar memberikan tekanan lebih kepada Korea Utara (Korut) terkait program misil balistiknya.
 
 
"Apa yang dilakukan Korut adalah hal yang sembrono. Ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus," ucap Johnson ketika berbicara kepada BBC di Hamburg, Jerman, Kamis 6 Juli 2017.
 
"Yang paling penting, negara yang memiliki 'hubungan' dengan Korut, yaitu China, harus terus menekan dan mengendalikan Korut agar berhenti meluncurkan misil balistik," tegas dia lagi.
 
Sementara, pada rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley menyebutkan bahwa negaranya siap untuk menggunakan kekuatan militer jika memang dibutuhkan terhadap negeri Kim Jong-Un itu.
 
"Kami mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer. Kami akan melakukannya juga dibutuhkan," ujar Haley.
 
Secara keseluruhan, enam sanksi sudah diterapkan terhadap Korut sejak pertama kali melakukan uji coba atom pada 2006. Tetapi hingga kini sanksi tersebut gagal untuk mencegah Korut mengembangkan teknologi senjata nuklir mereka.
 
 
Bagi Haley, China menjadi kunci bagi solusi diplomatik melawan Korut. Dirinya pun menegaskan akan bekerja sama dengan Negeri Tirai Bambu itu.
 
Namun, apa yang diusulkan oleh AS ini ditentang keras oleh Rusia. Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov menegaskan, kekuatan militer tidak boleh digunakan untuk melawan Korut
 
Ia juga mengatakan bahwa AS dan Korea Selatan (Korsel) secepatnya harus mencopot sistem pertahanan rudal atau THAAD, yang ada di Korsel.
 
Upaya mencekik' Korut secara ekonomi juga 'tidak dapat diterima' dan berbagai sanksi yang dijatuhkan tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.
 

 


(FJR)