Presiden Filipina Tak Konsisten Hadapi Isu Laut China Selatan

Sonya Michaella    •    Rabu, 07 Sep 2016 16:05 WIB
laut china selatan
Presiden Filipina Tak Konsisten Hadapi Isu Laut China Selatan
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte dianggap tak konsisten dalam sengketa Laut China Selatan di mana Filipina melawan Tiongkok di Permanent Court of Arbitration (PCA).
 
"Saya menilai Presiden Duterte tak konsisten dalam permasalahan Laut China Selatan," kata Julian Ku, pakar hukum internasional dari Amerika Serikat, di Kedutaan Besar AS, Jakarta, Rabu (7/9/2016).
 
"Mulanya, sejak akan dilantik ia akan berpihak ke Tiongkok guna mendiskusikan masalah Laut China Selatan," ujarnya.

Namun, lanjut dia, akhir-akhir ini Duterte mengeluarkan protes ke Tiongkok karena sejumlah kapal Tiongkok mendekati wilayah Filipina di Laut China Selatan.
 
Tak hanya itu, Duterte juga mengirimkan utusan khusus Filipina ke Tiongkok untuk masalah sengketa perairan ini, yaitu mantan presiden Filipina, Fidel Ramos.
 
"Duterte tidak terlalu tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya terkait permasalahan ini," tutur Ku.
Sementara, Ku menilai bahwa nine dashed line atau sembilan garis putus milik Tiongkok di Laut China Selatan adalah ilegal dan tidak berlaku.
 
Baru saja terjadi, dua hari lalu, Dangkalan atau Scarborough Shoal di kawasan Laut China Selatan, adalah sebuah karang yang diklaim sebagai milik Filipina.
 
Dangkalan itu didekati oleh sejumlah kapal Tiongkok dan kegiatan ini jelas membuat Filipina khawatir. Ku pun menegaskan bahwa Scarborough Shoal adalah aset milik Filipina.



(FJR)