Ribuan Orang Melarikan Diri dari Bentrok di Myanmar Utara

Willy Haryono    •    Sabtu, 28 Apr 2018 11:21 WIB
konflik myanmar
Ribuan Orang Melarikan Diri dari Bentrok di Myanmar Utara
Foto udara memperlihatkan markas pemberontak etnis lokal di Kachin, Myanmar. (Foto: AFP/MINISTRY OF INFORMATION)

Naypyidaw: Ribuan orang melarikan diri dari kembali pecahnya bentrok antara militer Myanmar dengan pemberontak etnis lokal di wilayah utara. 

Lebih dari 4.000 orang kehilangan tempat tinggal di negara bagian Kachin yang berbatasan dengan Tiongkok sejak tiga pekan terakhir. Kabar disampaikan Mark Cutts, Kepala Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) kepada AFP, Jumat 27 April 2018 malam waktu setempat.

OCHA adalah salah satu agensi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

"Kami mendapat laporan dari organisasi lokal bahwa banyak warga sipil terperangkap di area konflik," ujar Cutts mengenai bentrokan terbaru. 

"Kekhawatiran terbesar kami adalah keselamatan warga sipil -- termasuk wanita hamil, orang lanju usia, anak kecil dan penyandang disabilitas. Kami harus memastikan mereka semua terlindungi," tambah dia.

Tidak hanya krisis Rohingya di barat Myanmar, konflik di wilayah utara juga melibatkan bentrok antara militer dengan beberapa etnis lokal. Namun konflik di Myanmar utara ini jarang disorot pemberitaan. 

Perbatasan Myanmar tidak stabil sejak kemerdekaan dari kolonial Inggris pada 1948. Perbatasan banyak diisi kelompok pemberontak, milisi lokal dan sindikat narkotika. 

Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi menegaskan bahwa perdamaian adalah prioritas utama sejak dirinya berkuasa pada 2016. Namun sejauh ini, kemajuan atas tekad Suu Kyi masih terbilang lamban. 


(WIL)