Wapres AS Pastikan Trump Hadiri Rangkaian KTT ASEAN pada November

Stela Nau, Sonya Michaella    •    Kamis, 20 Apr 2017 23:50 WIB
indonesia-as
Wapres AS Pastikan Trump Hadiri Rangkaian KTT ASEAN pada November
Wapres Amerika Serikat Mike Pence bersama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipastikan akan menghadiri KTT ASEAN, East Asia Summit di Filipina dan APEC di Vietnam, November mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Presiden AS, Mike Pence yang menyambangi Sekretariat ASEAN di Jakarta, sore hari ini.
 
"Saya berbicara dengan Presiden Trump tadi pagi dan dia menyuruh saya untuk memberi tahu Sekretaris Jenderal ASEAN dan perwakilan negara anggota ASEAN, bahwa ia akan hadir di KTT ASEAN, East Asia Summit (KTT Asia Timur) dan APEC," kata Pence di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis 20 April 2017.
 
Dalam pidatonya tersebut, Pence juga mengatakan bahwa AS sangat berkomitmen untuk bekerja sama dengan ASEAN, terlebih untuk menjaga stabilitas Laut China Selatan.
 
"Kami sangat berkomitmen untuk bekerja sama demi stabilitas Laut China Selatan di mana semua pihak harus mematuhi peraturan-peraturan yang ada," tegas Pence.
 
Mengenai kehadiran Trump dalam rangkaian KTT ASEAN dan KTT Asia Timur pada November mendatang, dibenarkan oleh Wakil Tetap RI untuk ASEAN Rahmat Pramono. Bagi Dubes Rahmat, kepastian dari Trump ini menunjukkan komitmennya pada ASEAN.
 
"Dia (Pence) menggarisbawahi komitmennya pada ASEAN, yang selama ini awal-awal pemerintahan Presiden Trump kita sempat ada keraguan dan rumor kalau AS tak akan melihat kita. Faktanya dia memberikan komitmen terus kepada ASEAN, salah satunya dia memastikan Presiden trump akan hadir dalam summit (KTT) bulan November. Itu indikasi positif di tengah keraguan yang pernah ada," ujar Dubes Rahmat.
 
Sementara tentang Laut China Selatan, Dubes Rahmat menambahkan bahwa Pence mengharapkan bahwa penyelesaian yang coba asean lakukan salah satunya dengan Code of Conduct (CoC) tetap bisa diselesaikan dengan baik. Hal ini termasuk juga pada komitmen freedom navigation, meskipun dalam pertemuan tidak spesifik dibahas, tetapi ASEAN menangkapnya jadi bagian.


Wapres AS Mike Pence di Sekretariat ASEAN, Jakarta (Foto: AFP).
 
 
Pence pun menambahkan, bahwa sejak 1967, AS telah mempunyai hubungan baik dengan ASEAN, di bidang ekonomi maupun diplomatik. Di bawah pemerintahan Trump, AS terus berkomitmen menguatkan hubungan dengan ASEAN, baik itu diplomatik maupun persahabatan.
 
Sementara, untuk menguatkan hubungan ekonomi, AS dan para negara anggota ASEAN harus bisa mengembangkan lapangan pekerjaan, kesejahteraan dengan jalan yang mulus pula.
 
Saat ini, terhitung lapangan pekerjaan Amerika ke negara-negara ASEAN mencapai 550 ribu lapangan pekerjaan. Dan hampir 42 ribu perusahaan Amerika yang menyumbang lebih dari USD100 miliar untuk negara-negara ASEAN.
 
"Perusahaan AS mempunyai investasi lebih di ASEAN dan negara-negara anggotanya lebih dari investasi kami di Tiongkok, India dan Jepang," ungkap Pence.
 
Tahun ini, selain ASEAN yang memasuki usia ke-50 tahun ini juga menjadi peringatan bagi hubungan AS-ASEAN di usia yang ke-40 tahun.
 
"Kami akan terus bekerja sama dengan ASEAN di darat maupun di laut untuk stabilitas dan kesejahteraan bersama, kawasan dan global," pungkasnya.
 
Dubes Rahmat Pramono menambahkan bahwa selama ini bilateral yang berjalan antara ASEAN dan AS sudah berjalan natural. Tidak ada lagi keraguan ASEAN terkait sikap Negeri Paman Sam.
 
"Pada level kita, yang penting ASEAN komitmen yang besar ini, yang sangat kita harapkan," tegasnya.
 
Secara tegas Dubes Rahmat mengingatkan bahwa berbagai informasi teknis harus ASEAN perhatikan. Hubungan antara ASEAN dan AS sudah kerangka tindakan. Hal ini pun harus ditindak lanjut secara teknis.

 


 


(FJR)