Menlu Retno Bahas Kekerasan Terhadap Rohingya dengan Pejabat Myanmar

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 04 Sep 2017 08:33 WIB
konflik myanmar
Menlu Retno Bahas Kekerasan Terhadap Rohingya dengan Pejabat Myanmar
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tiba di Yangon, Myanmar, Minggu 3 September 2017, malam. dok.Kemenlu.

Metrotvnews.com, Yangon: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar di Ibu Kota Naypyidaw. Retno akan membicarakan masalah keamanan dan stabilitas di Rakhine State, Myanmar.

Retno tiba di Yangon, Myanmar, pada 3 September 2017, malam. Ia pun dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Naypyidaw hari ini.

"Di Naypdyidaw saya akan melakukan beberapa pertemuan, pertama dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, di mana saya akan menekankan masalah keamanan dan stabilitas di Rakhine State," kata Retno di Yangon, Myanmar, Senin 4 September 2017.

Setelah itu, Retno akan bertemu dengan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi. Retno akan menyampaikan proposal dan seruan penyelesaian kekerasan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine State.

"Termasuk pentingnya melakukan proteksi kepada semua warga yang tinggal di Rakhine State," kata dia.

Retno juga dijadwalkan bertemu dengan penasihat keamanan nasional dan menteri luar negeri Myanmar. Retno juga akan bertemu sejumlah pejabat di Kantor Presiden Myanmar untuk membahas upaya penyelesaian konflik di Rakhine State.

"Di mana saya akan membahas lebih rinci proposal yang disampaikan oleh Indonesia, termasuk bagaimana Indonesia akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Rakhine State," pungkas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Retno menjalin komunikasi intensif dengan pihak Myanmar termasuk PBB terkait aksinkekerasan etnis Rohingya di Rakhine State. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan Indonesia menyikapi krisis kemanusiaan di Myanmar.

"Dan sore tadi Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar dan agar memberikan akses bantuan kemanuasiaan," kata Jokowi kata Jokowi melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jakarta, Minggu 3 September 2017.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta Retno terbang ke Dhaka Bangladesh untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi. Jokowi ingin pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

"Sekali lagi kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan," pungkas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


(DRI)