Warga Korsel Desak Pemerintah Bangun Senjata Nuklir Sendiri

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 04 Sep 2017 13:01 WIB
rudal korut
Warga Korsel Desak Pemerintah Bangun Senjata Nuklir Sendiri
Misil Hyunmu-2 milik Korsel diluncurkan dari pesisir timur Negeri Gingseng, 4 September 2017. (Foto: AFP/South Korean Defence Ministry)

Metrotvnews.com, Seoul: Warga Korea Selatan (Korsel) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan membangun senjata nuklir sendiri. Pasalnya, Seoul kini berada di bawah tekanan Korea Utara (Korut) yang baru saja melakukan uji coba bom nuklir terbaru pada Minggu 3 September 2017.

Seperti dikutip laman AFP, Senin 4 Agustus 2017, masyarakat Korsel menginginkan pemerintah bisa melindungi diri sendiri.

"Karena senjata nuklir sedang bergejolak di atas kepala kita, kita tidak dapat selalu mengandalkan payung nuklir Amerika Serikat dan melakukan pencegahan terus menerus," tulis surat kabar Donga Ilbo dalam editorial mereka.

Selama ini, Seoul disebut-sebut berlindung di bawah AS. Negeri Paman Sam menempatkan beberapa senjata atom di Korsel usai Perang Korea pada 1950-1953. 

Namun, senjata nuklir tersebut ditarik kembali AS usai dua Korea bersama-sama berkomitmen membuat Semenanjung Korea bebas nuklir.

Sayangnya, ujar editorial tersebut, perjanjian nuklir dengan Korut tidak mengikat. 

"Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk berpegang teguh pada deklarasi tersebut. Saat ini, deklarasi sudah menjadi 'Denuklirisasi Korea Selatan,' bukan lagi 'Denuklirisasi Semenanjung Korea'," lanjut editorial tersebut.

Menurut sang penulis, pemerintah Korsel kini tak perlu lagi ragu mengenalkan kembali senjata taktis AS dan membangun perangkat nuklir sendiri. Langkah ini dinilai akan menjadi peringatan bagi Pyongyang.

Baca: Provokasi Berbahaya Korut di Semenanjung Korea

Sikap Trump

Usai Korut melakukan uji coba bom nuklir, Presiden Korsel Moon Jae-in menyerukan diskusi penggunaan aset strategis militer AS terkuat. Namun, dia tidak merinci senjata-senjata apa yang akan digunakan.

Meski demikian, kantor kepresidenan tetap mengatakan Seoul memegang teguh deklarasi 'Denuklirisasi Semenanjung Korea.'

Para ahli juga mendorong agar pemerintah Korsel membangun sendiri senjata nuklir mereka, dan jangan terlalu mengandalkan AS.

Pasalnya, komentar buruk yang selalu dikeluarkan Presiden Donald Trump dinilai sering menambah kisruh suasana.

Trump, dalam akun Twitter pribadi, juga sempat menyalahkan Korsel atas tindakan 'diskusi bersama' dengan Korut.

"Korea Selatan mungkin masih (optimistis) menemukan cara untuk membicarakan hal ini dengan Korea Utara, namun hal itu tidak akan berhasil. Korut hanya mengerti satu hal!" tegas Trump.




(WIL)