Fotografer Bangladesh Ditangkap atas Wawancara Kontroversial

Arpan Rahman    •    Senin, 06 Aug 2018 16:49 WIB
bangladesh
Fotografer Bangladesh Ditangkap atas Wawancara Kontroversial
Ratusan pemuda berunjuk rasa memprotes kebijakan jalan raya di Dhaka, Bangladesh, 5 Agustus 2018. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)

Dhaka: Kepolisian Bangladesh menangkap seorang fotografer ternama pemenang penghargaan atas "komentar provokatif" dalam wawancara dengan jaringan televisi Al Jazeera. Fotografer itu diketahui berkomentar mengenai aksi protes para remaja yang telah mengguncang Bangladesh selama lebih dari sepekan.

Akhir pekan kemarin, respons keras pemerintah terhadap protes mengenai keselamatan jalan raya telah menyebabkan lebih dari 100 orang terluka. Polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet. 

Sementara sekelompok orang terlihat menyerang para demonstran, fotografer, dan bahkan mobil duta besar Amerika Serikat di Dhaka.

Setidaknya 20 petugas berpakaian preman menangkap Shahidul Alam, 63, di rumahnya di Dhaka pada Minggu malam, beberapa jam setelah komentarnya disiarkan Al-Jazeera yang berbasis di Qatar. Kabar disamppaikan rekannya, Abir Abdullah.

"Dia telah dibawa ke kantor kami pagi ini. Kami menginterogasi dia karena memberikan informasi palsu ke media yang berbeda dan untuk komentar provokatif," kata pejabat polisi Moshiur Rahman kepada AFP, Senin 6 Agustus 2018.

"Dan dia tidak bisa memberikan jawaban memuaskan. Dia mengakui bahwa (komentar di Al-Jazeera) itu adalah pendapat pribadinya," cetus dia, seperti disitat dari Channel News Asia. Rahman menambahkan polisi akan mengambil tindakan hukum terhadap Alam.

Alam adalah pendiri dan direktur pengelola Galeri Drik dan pencipta Akademi Media Asia Selatan Patshala, sekolah fotografi di Dhaka yang telah mencetak ratusan fotografer.

Aksi protes di Bangladesh sejak sepekan terakhir merupakan pukulan bagi pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina menjelang pemilihan umum pada Desember mendatang. Dia berjanji memenuhi tuntutan para pelajar.

Inti dari unjuk rasa ini adalah meminta perbaikan dalam sektor keselamatan di jalan raya Bangladesh.


(WIL)