Kamboja Tahan 32 Wanita Hamil Karena Kasus Perdagangan Manusia

Marcheilla Ariesta    •    Minggu, 08 Jul 2018 12:26 WIB
perdagangan manusia
Kamboja Tahan 32 Wanita Hamil Karena Kasus Perdagangan Manusia
Pemerintah Kamboja tahan 32 wanita hamil karena kasus perdagangan orang. (Foto: AFP).

Phnom Penh: Sebanyak 32 wanita hamil dijebloskan ke penjara di Kamboja. Para wanita ini dituduh melakukan perdagangan manusia.

Lima orang tersangka bahkan didakwa melakukan eksploitasi seksual kepada para wanita hamil tersebut. Kelima tersangka adalah Liu Qiang yang merupakan manajer pria asal Tiongkok, Svay Sreynoch, Koeun Sreylang, Lim Sopheap dan Thai Pheap.

Kelima orang tersebut didakwa dengan tuduhan membeli, menjual atau menukar manusia secara lintas batas dengan layanan ibu pengganti.

Laman Channel News Asia, Sabtu 7 Juli 2018, melaporkan sindikat ini memiliki jaringan sistematis dengan membujuk wanita menjadi ibu pengganti (mengandung anak). "Sebagai gantinya, mereka akan menerima imbalan uang," kata Kelapa Unit anti-Perdagangan orang Phnom Penh.

Polisi telah menyelidiki sindikat ini selama lebih dari setahun. Dari hasil penjaringan yang dilakukan, para wanita yang tertipu berusia sekitar 20 hingga 30 tahun, mereka berasal dari berbagai provinsi di Kamboja.

Para perempuan tersebut sebagian besar sudah menikah dan beberapa diantaranya janda. Sementara itu, bayi-bayi yang mereka lahirkan akan dikirim ke Tiongkok.

Fenomena layanan ibu pengganti muncul usai adanya kebijakan Tiongkok yang melarang warga memiliki anak lebih dari satu. Namun, Kamboja bukanlah satu-satunya negara yang memiliki layanan ini. Ada pula Thailand dan India.

Di dua negara tersebut, sudah ada peraturan memblokir orang asing yang datang mencari layanan ibu pengganti. Pasalnya, banyak kasus eksploitasi dan perdagangan manusia terjadi di sana.


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA