TNI Dikirim ke Lebanon, Bentuk Kontribusi RI untuk Perdamaian Dunia

Fajar Nugraha    •    Senin, 10 Oct 2016 16:57 WIB
indonesia-pbb
TNI Dikirim ke Lebanon, Bentuk Kontribusi RI untuk Perdamaian Dunia
Menlu Retno Marsudi beri pembekalan untuk pasukan TNI yang dikirim ke Lebanon (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Sentul: Pengiriman pasukan TNI dalam wadah pasukan perdamaian PBB ke Lebanon, menjadi wujud nyata kontribusi Indonesia yang signifikan untuk perdamaian dunia.
 
Hal ini dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, usai memberikan pembekalan kepada pasukan TNI yang akan bergabung dengan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).  

"Peacekeepers kita yang akan diterjunkan di misi Lebanon, ini merupakan satu tim jumlahnya 850 dan ini menunjukkan atau menyimbolkan, merefleksikan kontribusi yang diberikan Indonesia yang cukup signifikan untuk misi perdamaian dunia di bawah PBB," ucap Menlu Retno, kepada wartawan, Senin (10/10/2016).
 
Pasukan UNIFIL sendiri jumlah totalnya paling banyak dan berasal dari berbagai negara. Indonesia pun menjadi negara yang mengirimkan pasukannya paling besar.
 
"Indonesia juga paling besar mengirimkan personel di UNIFIL di lebabon. Dan Indonesia merupakan kontributor terbesar untuk personel yang diterjunkan di Lebanon," tegas Menlu.

Personel Indonesia yang tergabung dalam pasukan UNIFIL berjumlah 1.296 personel. Sementara pasukan UNIFIL sendiri diperkuat oleh pasukan dari 40 negara.


Pasukan TNI yang siap bergabung dengan UNIFIL (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)


Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-K yang beranggotakan termasuk 18 personel perempuan tersebut, rencananya akan bergabung dengan misi UNIFIL di Lebanon pada Desember 2016. Mereka akan menggantikan tim sebelumnya yang sudah merampungkan masa tugas.

Keterlibatan Indonesia dalam misi di Lebanon sudah berlangsung sejak lama. Kontingen Garuda I pertama dikirim pada 8 Januari 1957, hingga saat ini pasukan Indonesia di UNIFIL masih terus berperan aktif.


Pembekalan Menlu Retno Marsudi untuk pasukan TNI (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)


Keterlibatan dari pasukan TNI di UNIFIL diakui berpengaruh oleh pasukan asing lain yang bertugas di Lebanon. Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigadir Jenderal Achmad Marzuki menyebutkan keberadaan pasukan TNI di Lebanon cenderung lebih diterima oleh masyarakat setempat.

Hal ini pula yang membuat Prancis memberikan tawaran untuk bekerja sama dalam wadah pasukan perdamaian PBB, yang akan dikirim ke negara-negara bekas jajahan Prancis. Pertemuan yang akan berlangsung di Paris, Prancis akhir bulan ini, akan dihadiri oleh Wamenlu A.M Fachir.

Pembekalan yang dilakukan oleh Menlu Retno Marsudi kepada pasukan TNI yang akan ditugaskan untuk PBB, merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh menlu. Sebelumnya, kedatangan seorang menlu ke markas MPP TNI, mendampingi presiden ataupun petinggi PBB. 



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA