1.000 Nama Pejabat Muncul dalam Daftar Buruan Duterte

Willy Haryono    •    Jumat, 16 Sep 2016 15:43 WIB
politik filipina
1.000 Nama Pejabat Muncul dalam Daftar Buruan Duterte
Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Camp Tescon, San Miguel, 15 September 2016. (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Metrotvnews.com, San Miguel: Sedikitnya 1.000 nama pejabat Filipina muncul di sebuah daftar berisi target buruan dalam perang melawan narkotika dan obat-obatan yang digagas Presiden Rodrigo Duterte. 

Menurut kantor berita Philippine Daily Inquirer, seperti dikutip TIME, Jumat (16/9/2016), daftar buruan itu berisi deretan nama polisi, hakim dan tokoh masyarakat, termasuk beberapa wali kota dan gubernur. 

Berbicara di pangkalan militer Camp Tescon di San Miguel pada Kamis, Duterte mengaku hendak "mengumumkannya ke publik."

Daftar terbaru menambah panjang deretan nama yang dituduhkan Duterte terlibat kejahatan narkoba. Sebelumnya, ia pernah mengumumkan 159 pejabat negara yang dituduh terlibat kejahatan narkoba pada 7 Agustus. 

Ketika itu Duterte hanya menyebutkan deretan nama tanpa menghadirkan bukti apapun. Ia meminta semua yang berada dalam daftar itu harus disingkirkan. Jika dia polisi, maka harus dipecat; jika dia pejabat, pengawalnya harus dicopot; dan jika dia hakim, harus segera mengakui keterlibatannya dalam kasus narkoba ke Mahkamah Agung dalam kurun waktu 24 jam. 

Menteri Hukum Filipina Maria Lourdes Sereno menegaskan daftar tersebut tidak valid. Menurut dia, dari tujuh hakim yang dituduh Duterte, hanya empat yang masih aktif bertugas, dan ada juga satu yang sudah meninggal dunia delapan tahun lalu.


Polisi Filipina menyebar pamflet operasi antinarkoba di Manila. (Foto: AFP)

Ribuan Tewas

Sejak menjadi presiden pada 30 Juni, lebih dari 3.000 orang tewas di bawah kebijakan kontroversial Duterte memerangi kejahatan narkotika. Separuh dari mereka tewas dibunuh dalam operasi kepolisian, sementara sisanya dihabisi warga sipil yang bergerak atas inisiatif sendiri. 

PBB dan Amerika Serikat (AS) mengecam keras pendekatan Duterte terhadap kejahatan narkotika. Presiden Barack Obama meminta Duterte untuk memerangi kejahatan narkotika dalam koridor hukum. 

Obama dan Duterte sempat bertemu secara singkat sebelum sesi makan malam di KTT ASEAN di Vientiane, Laos. Pertemuan awal kedua pemimpin yang dijadwalkan sebelumnya di Laos dibatalkan.

Pembatalan diakibatkan ucapan "anak pelacur" yang dilontarkan Duterte terhadap Obama, yang menerima informasi bahwa orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu akan mengkritik kebijakan perang narkoba di Filipina. 


(WIL)