Korban Tewas Kecelakaan KA di India Dekati Angka 150

Arpan Rahman    •    Senin, 21 Nov 2016 17:50 WIB
kecelakaan kereta
Korban Tewas Kecelakaan KA di India Dekati Angka 150
Tim penyelamat dan warga sekitar berada di lokasi kecelakaan kereta api di distrik Kanpur dekat Pukhrayan, India, 21 November 2016. (Foto: AFP/SANJAY KANOJIA)

Metrotvnews.com, New Delhi: Korban tewas kecelakaan kereta api di India melonjak menjadi 146 orang, Senin 21 November, setelah tim penyelamat bekerja semalam suntuk mengangkat sejumlah korban dari reruntuhan. Dikhawatirkan masih banyak korban terperangkap di puing-puing kereta.

Masih ada sedikit harapan ditemukannya korban selamat di antara 14 gerbong yang anjlok dari rel pada Minggu 20 November di sebuah distrik pedesaan negara bagian Uttar Pradesh.

"Jumlah korban sebenarnya masih akan lebih tinggi dan akan menjadi tugas sulit untuk mengidentifikasi semua orang, terutama mereka yang tubuhnya hancur," kata pejabat senior pemerintah daerah yang tak mau disebut namanya kepada AFP.

"Kami tidak memiliki angka pasti untuk korban cedera, sekarang. Upaya penyelamatan masih berlangsung," kata kepala polisi distrik, Zaki Ahmad, manakala pekerja membersihkan gerbong yang paling rusak parah.

Lebih dari 2.000 orang diyakini menumpang kereta nahas itu, meskipun banyak yang tidak kebagian kursi -- atau tanpa tiket sama sekali -- membuat angka pasti korban sulit ditentukan.

"Sulit mengatakan berapa persis banyaknya penumpang, tapi pasti lebih dari 2.000," kata juru bicara jaringan kereta api regional, Senin (21/11/2016).

Pekerja darurat dengan anjing pelacak pindah dari satu gerbong ke gerbong lain mencari tanda-tanda kehidupan. Sementara derek dan alat berat mulai memindahkan sebagian dari reruntuhan.

Kerumunan orang berkumpul di lokasi, banyak yang memeriksa tas dan pakaian berserakan di sekitar lokasi dengan harapan menemukan petunjuk tentang nasib orang yang mereka cintai.


Dikhawatirkan masih banyak korban terjebak di puing kereta. (Foto: AFP)

Pesta Pernikahan

Bencana terjadi di puncak musim pernikahan di India. Setidaknya sebuah pesta pernikahan berlangsung di atas kereta tersebut. Media setempat mengatakan, pakaian pernikahan, perhiasan, dan kartu undangan bisa terlihat dari tas-tas yang berserakan.

Ratusan korban luka dirawat di rumah sakit terdekat, termasuk anak-anak yang terpisah dari kerabatnya. Polisi menunjukkan gambar anak-anak yang tewas agar dapat diidentifikasi orang tua masing-masing.

Putusnya jalur diperkirakan telah menyebabkan Indore-Patna Express tergelincir sekitar pukul 3:00 waktu setempat, akibatnya kereta saling menabrak dan beberapa gerbong terjungkir keluar rel.


Barang-barang penumpang berserakan. (Foto: AFP)

Menteri Kereta Api Suresh Prabhu menjanjikan penyelidikan menyeluruh. "Pemeriksaan forensik telah diperintahkan untuk melihat ke dalam semua sudut kemungkinan. Yang bersalah akan diberikan hukuman sekeras mungkin," katanya.

Jaringan kereta api India, salah satu yang terbesar di dunia, masih menjadi pilihan utama untuk menempuh perjalanan jarak jauh di negara yang luas itu. Tetapi akibat kurangnya dana, kecelakaan mematikan relatif sering terjadi.

Sebuah laporan pemerintah 2012 menyatakan hampir 15.000 orang tewas setiap tahun dalam perjalanan kereta api India dan menggambarkan hilangnya nyawa sebagai "pembantaian" tahunan.

Kecelakaan terbaru -- salah satu insiden paling mematikan di India -- terjadi pada saat pemerintah telah menandatangani sejumlah kesepakatan dengan perusahaan swasta untuk meremajakan jaringan rel tua.

Tahun lalu, Jepang setuju menyediakan pinjaman lunak sebesar USD12 miliar untuk membangun kereta peluru pertama India, meskipun saat ini, rencana itu belum dapat terwujud. 




(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA