Kasus Rohingya, Malaysia Pertanyakan Nobel Perdamaian Suu Kyi

Sonya Michaella    •    Senin, 28 Nov 2016 11:14 WIB
malaysiarohingya
Kasus Rohingya, Malaysia Pertanyakan Nobel Perdamaian Suu Kyi
Ikon demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia mempertanyakan penghargaan nobel perdamaian yang diterima ikon demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi. Sementara, kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar terus terjadi.

"Hal ini akan dibahas pada pertemuan 4 Desember nanti yang akan dihadiri Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Seharusnya hadiah nobel perdamaian itu ditarik," ujar Wakil PM Malaysia, Ahmad Zahid, seperti dikutip Bernama, Senin (28/11/2016).

Menurut peraturan yang ada, satu negara tak bisa mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Namun, lanjut Ahmad, hal ini sudah menyangkut tentang hidup banyak umat manusia.

"Pertemuan kabinet telah memutuskan untuk mengirim surat protes ke Kedutaan Besar Myanmar di Kuala Lumpur. Kami ingin memberitahu bahwa Malaysia ingin Myanmar peduli dengan Rohingya," tuturnya lagi.

Ia melanjutkan bahwa Malaysia sangat prihatin dengan Rohingya yang dibantai di Rakhine State. Ahmad juga mendesak warga Malaysia agar memberikan bantuan dana untuk membantu Rohingya.

"Kami mengesampingkan perbedaan politik kita dan sebagai Muslim kita berkumpul untuk mengungkapkan keprihatinan kami," ungkapnya lagi.

Pertemuan pada 4 Desember mendatang digadang-gadang akan menjadi pertemuan besar yang membahas kasus Rohingnya. Sebelumnya, protes kecil di Kuala Lumpur pun diadakan oleh warga untuk memprotes Myanmar.

Tak hanya itu, di Indonesia pun unjuk rasa diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut. Para pengunjuk rasa meminta agar Myanmar menghentikan kekerasan terhadap Rohingya.

Unjuk rasa dilakukan di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta dan berlanjut di depan kantor perwakilan PBB.

Mereka menuntut agar dunia internasional, terutama PBB dan ASEAN melakukan sesuatu untuk kasus pembantaian di Rakhine ini.

 


(WIL)