Pakistan Minta Facebook Bantu Perangi Konten Hujatan di Sosial Media

Arpan Rahman    •    Jumat, 17 Mar 2017 15:52 WIB
facebook
Pakistan Minta Facebook Bantu Perangi Konten Hujatan di Sosial Media
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Islamabad: Otoritas Pakistan mengklaim telah minta Facebook untuk membantu menyelidiki "konten hujatan" yang diposting di jejaring sosial oleh warga Pakistan.
 
Facebook sudah setuju mengirimkan tim ke Pakistan demi mengatasi keberatan tentang muatan di situs media sosial, menurut Kementerian Dalam Negeri Pakistan.
 
Penghujatan adalah masalah yang sangat sensitif dan pembakar isu di Pakistan. Para kritikus berkata, undang-undang penghujatan, yang memungkinkan hukuman mati dalam beberapa kasus, sering disalahgunakan buat menindas minoritas.
 
Awal pekan ini, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyuarakan dukungannya terhadap tindakan keras meluas pada konten hujatan di sosial media.
 
Dalam sebuah pernyataan di akun Twitter resmi partainya, Sharif menggambarkan penghujatan sebagai "pelanggaran tak terampuni".
 
Harus Berbagi Informasi
 
Menyusul pada Kamis 16 Maret, Mendagri Chaudhry Nisar menegaskan kembali tekad Pakistan mengatasi masalah ini. Ia katakan akan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan" guna memastikan pesan Pakistan didapat semua.
 
Dia mengatakan, sudah meminta para pejabat bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) di Amerika Serikat dan dengan pelantar medsos setiap hari.
 
"Facebook dan penyedia layanan lainnya harus berbagi semua informasi tentang orang-orang di balik konten menghujat ini dengan kami," katanya seperti dikutip harian Dawn yang dilansir BBC, Jumat 17 Maret 2017.
 
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita Associated Press, pihak Facebook berkata akan mencermati permintaan pemerintah dengan menjaga hati dalam pikiran "dengan tujuan melindungi privasi dan hak-hak para pengguna kami."
 
"Kami mengungkapkan informasi tentang akun semata-mata sesuai dengan persyaratan layanan dan hukum yang berlaku. Sebuah Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik atau permintaan resmi lainnya mungkin diperlukan menurut sejumlah permintaan internasional, dan kami menyertakan ini dalam Laporan Permintaan Pemerintah (yang) kami (berlakukan)," imbuh Facebook.
 
Facebook belum mengonfirmasi apakah akan mengirim delegasi ke Pakistan demi mengatasi masalah pemerintah di sana.
 
Pakistan sudah sering memblokir akses ke situs porno dan situs dengan konten anti-Islam. Serta pada 2010, pengadilan Pakistan memblokir Facebook gara-gara konten karikatur Nabi Muhammad.



(FJR)