Arab Saudi Tampik Laporan PBB soal Kekerasan di Yaman

Sonya Michaella    •    Kamis, 12 Oct 2017 11:23 WIB
konflik yaman
Arab Saudi Tampik Laporan PBB soal Kekerasan di Yaman
Seorang wanita dan anak-anaknya berada dalam kamp pengungsian di pinggiran Sanaa, Yaman, 15 April 2017. (Foto: AFP/MOHAMMED HUWAIS)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pihak Arab Saudi menolak secara tegas laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebutkan bahwa  sebuah "malapetaka buatan manusia" sedang berlangsung di Yaman di mana setidaknya ribuan orang tewas dan lebih dari 8.000 terluka. 

Laporan PBB menyalahkan koalisi pimpinan Arab Saudi atas sebagian besar korban tewas dari kalangan warga sipil, di mana 1.000 di antaranya adalah anak-anak.

"Pihak Koalisi menegaskan sikap penolakannya secara penuh atas informasi yang tidak akurat yang terdapat dalam laporan tersebut, yang tentunya sangat berpengaruh terhadap kredibilitas laporan PBB," sebut pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, kepada Metrotvnews.com, Kamis 12 Oktober 2017.

"Koalisi juga menolak langkah yang telah dilakukan PBB, di mana badan-badan yang berafiliasi dengannya telah diberikan informasi yang menyesatkan dan tidak benar yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan pemberontak Houthi dan pengikut mantan Presiden Ali Abdullah Saleh," lanjut pernyataan itu.

Koalisi juga menegaskan komitmennya dalam mematuhi standar dan hukum internasional terkait perlindungan dan keamanan warga sipil, serta sangat berhati-hati agar tidak menyebabkan kerugian bagi warga sipil.

"Dampak negatif yang terjadi dari konflik ini adalah akibat dari perbuatan para pemberontak dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah melakukan kejahatan dengan cara-cara yang tidak bermoral dan tidak sesuai hukum yang berlaku di mana mereka menggunakan para warga sipil termasuk di dalamnya anak-anak sebagai perisai hidup," ujar pernyataan itu.

Berdasarkan hal itu, Koalisi meminta PBB untuk mengklarifikasi kebohongan yang disampaikan dalam laporan tersebut dan mencabut daftar hitam yang dimaksud, serta meminta seluruh badan-badan PBB untuk terus bekerja sama dengan negara-negara Koalisi Arab Saudi dalam rangka meningkatkan perlindungan anak-anak dan keselamatan mereka.

Bahkan, Arab Saudi mengatakan, konflik di Yaman tidak akan terjadi seandainya tidak ada intervensi Iran di dalamnya, selain akibat tindakan pemberontak Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. 

"Pihak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas kejahatan terhadap anak-anak di Yaman," tutup pernyataan tersebut.



(WAH)