Pemberontak Moro Tuntut Kelanjutan Dialog Damai dengan Filipina

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 27 Nov 2017 15:41 WIB
isisfilipinaterorisme di filipina
Pemberontak Moro Tuntut Kelanjutan Dialog Damai dengan Filipina
Seorang anggota MILF dan prajurit Filipina berada di kota Datu Salibo, 5 September 2017. (Foto: AFP/FERDINANDH CABRERA)

Manila: Kelompok militan Moro Islamic Liberation Front atau MILF menggelar unjuk rasa masif di markas besar mereka di wilayah selatan Filipina. Mereka berkumpul untuk menuntut kelanjutan perundingan damai yang tersendat dengan pemerintah pusat.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan berbicara dalam acara tersebut, di markas utama MILF. Kedua belah pihak berharap perdamaian dapat membantu menangani ancaman kebangkitan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Filipina.

MILF telah memberontak melawan pemerintah Filipina sejak 1970-an. Mereka menuntut kekuasaan otonomi di wilayah selatan, di negara yang sebagian besar masyarakatnya beragama Katolik. Mereka menganggap wilayah selatan sebagai tanah air leluhur mereka.

Konflik MILF melawan pemerintah telah menewaskan lebih dari 120 ribu jiwa.

Kelompok pemberontak terbesar di Filipina, MILF telah menandatangani kesepakatan damai pada 2014. Mereka akan diberikan kekuasaan otonomi di wilayah Mindanao, namun undang-undang yang diusulkan untuk menerapkan hal tersebut belum diloloskan Kongres Filipina.

Tujuan dari unjuk rasa masif ini adalah membangun dukungan agar UU tersebut bisa segera diloloskan.

"Tidak mungkin kita bisa menemukan kedamaian, jika kita tidak mengembalikan setidaknya sebagian dari warisan mereka," ucap Duterte pekan lalu, seperti dilansir dari laman AFP, Senin, 27 November 2017.

MILF sendiri menuturkan mereka ingin satu juta orang muncul dalam demonstrasi damai di markas mereka di Camp Darapanan di luar kota Cotabato, Mindanao. Puluhan ribu orang telah berkumpul, di antaranya Kardinal Orlando Quevedo, uskup agung Cotabato dan pejabat Gereja Katolik tertinggi di Mindanao.



(WIL)