Paus Fransiskus Bertemu Suu Kyi Bahas Krisis Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 28 Nov 2017 13:12 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Paus Fransiskus Bertemu Suu Kyi Bahas Krisis Rakhine
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi (kiri) bersama Paus Fransiskus di Vatikan, 4 Mei 2017. (Foto: AFP/TONY GENTILE)

Naypyidaw: Paus Fransiskus bertemu dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi untuk membahas mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine. Momen ini dianggap penting sebagai langkah untuk menghentikan kekerasan di negara tersebut.

Pertemuan ini merupakan kesempatan pertama Paus Fransiskus untuk berbicara mengenai konflik di Rakhine tersebut. Sebelumnya, Paus menerima kunjungan kehormatan dari kepala pasusak militer, Min Aung Hlaing.

Jenderal Min Aung Hlaing telah dengan tegas menolak tuduhan 'pembersihan etnis' yang dituduhkan negara-negara Barat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Usai bertemu Paus, Jenderal Min mengatakan pemimpin umat Katolik dunia membujuk militer untuk menjaga perdamaian negara.

"Kami sampaikan tidak ada diskriminasi di Myanmar, dan dia meminta kami untuk menjaga perdamaian dan stabilitas negara," kata sang jenderal, dilansir dari laman AFP, Selasa, 27 November 2017.

Paus Fransiskus sendiri telah berulang kali membahas mengenai krisis kemanusiaan. Dia juga membela para etnis Rohingya yang disebut 'saudara-saudari'.

Istilah Rohingya sendiri tidak dapat diterima di Myanmar. Para warga Myanmar mayoritas beragama Buddha, menyebut para etnis Rohingya sebagai imigran ilegal 'Bengali'.

Karenanya, Paus dilarang mengucapkan kata 'Rohingya' selama berada di Myanmar. Jika dia menyebut kata itu, berisiko memprovokasi kemarahan kaum nasionalis Buddhis.

Usai mengunjungi Aung San Suu Kyi, Paus Fransiskus dijadwalkan untuk ke Bangladesh, melihat para pengungsi Rakhine di kemah pengungsian.




(WIL)