Korut Mulai Berani Mengancam Negara Sekutu AS

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 20 Oct 2017 15:31 WIB
nuklir korea utara
Korut Mulai Berani Mengancam Negara Sekutu AS
Pemerintahan Kim Jong-Un mulai mengancam sekutu Amerika Serikat (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Canberra: Rezim Korea Utara (Korut) mulai mengancam negara-negara yang menjadi 'sekutu setia' Amerika Serikat (AS). Australia sudah diancam mereka.
 
Dalam sebuah surat yang dikeluarkan parlemen Australia, dilaporkan Komite Luar Negeri Korea Utara mengatakan bahwa kekuatan nuklir membuat mereka tidak akan mundur dari ancaman Presiden AS Donald Trump. Malah mereka berniat menghancurkannya.
 
 
"Jika Trump berpikir bahwa dia akan membawa Korut dan tenaga nuklir berlutut melalui ancaman perang nuklir, ini akan menjadi kesalahan perhitungan yang besar dan sebuah ekspresi ketidaktahuan," demikian isi surat dari Korut, yang telah diverifikasi Kementerian Luar Negeri Australia.
 
Dikutip dari laman Asian Correspondent, Jumat 20 Oktober 2017, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan Trump hanya membuat dunia menjadi kacau. 
 
"Jika Trump mengancam untuk benar-benar menghancurkan Korea Utara, ini adalah tindakan ekstrem yang mengancam untuk menghancurkan seluruh dunia," tukasnya.
 
Usai kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop ke Korea Selatan pekan lalu, Pyongyang memperingatkan bahwa Australia akan menghadapi 'bencana' jika terus mengikuti AS.
 
"Australia dalam masalah besar jika mengikuti Amerika Serikat dalam memberlakukan tekanan militer, ekonomi dan diplomatik terhadap Korea Utara," ancam Pyongyang.
 
 
Ancaman tersebut dikirimkan Korut dari kedutaannya yang ada di Jakarta, Indonesia ke Kedutaan Australia di kota yang sama dan negara lain yang dianggap sekutu AS. Ancaman ditulis dengan tajuk 'Surat Terbuka untuk Parlemen di Berbagai Negara'.
 
Ketegangan semakin meningkat di Semenanjung Korea menyusul serangkaian tes senjata dan rudal oleh Korut. Tak hanya itu situasi makin memanas usai serangkaian pertengkaran yang membuncah antara Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un.
 
Surat dari Pyongyang tersebut diabaikan oleh Australia. Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull mengatakan bahwa Korut-lah yang meningkatkan tensi di dunia internasional.
 
"Korut yang mengancam stabilitas dunia. Rezim Kim Jong-un harus dikembalikan akal sehatnya dan secepatnya menghentikan program nuklir mereka," kata Turnbull.
 
Turnbull menambahkan, Korut tak hanya mengirimkan surat ke Australia, melainkan juga ke negara lain. Namun, ia tak menyebutkan negara mana yang menerima surat Korut.



(FJR)