Indonesia-Malaysia Tingkatkan Kerja Sama di Berbagai Bidang

Arga sumantri    •    Rabu, 22 Nov 2017 21:33 WIB
indonesia-malaysia
Indonesia-Malaysia Tingkatkan Kerja Sama di Berbagai Bidang
Presiden Joko widodo (Kiri) dengan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd. Najib. Foto: Biro Setpres

Kuching: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konsultasi Tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia di Kuching, Malaysia, hari ini. Lewat pertemuan rutin itu, Indonesia-Malaysia sepakat meningkatkan kerja sama di sejumlah bidang.  

Soal perdagangan, misalnya. Jokowi memastikan kerjasama dengan Malaysia semakin kokoh. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya angka perdagangan hingga 21 persen lebih di semester pertama 2017. Jokowi mengatakan, Indonesia telah memulai ekspor 25 ribu ton beras ke Malaysia sejak Oktober lalu. Jumlah ini diharapkan terus meningkat setiap tahunnya.

"Dan Indonesia berharap Malaysia dapat mengalokasikan 20 persen dari kuota impor berasnya, sekitar 150 ribu ton dengan mengimpor dari Indonesia,” kata Jokowi di Kuching, Malaysia, Rabu 22 November 2017.

Selanjutnya, soal pengaturan perbatasan. Kerja sama bidang ini merupakan salah satu ciri khas hubungan Indonesia-Malaysia. Jokowi mengatakan, Indonesia mengharapkan draf Border Crossing Agreement yang sudah selesai dirundingkan, segera ditandatangani. "Demikian juga dengan Border Trade Agreement,” lanjutnya.

Ada juga kerja sama baru antara Indonesia-Malaysia terkait penguatan kemitraan untuk kelapa sawit melalui pembentukan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Pada November 2017, Indonesia telah menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri CPOPC dengan mengundang sejumlah negara penghasil sawit lainnya. “Kita harus bersatu melawan kampanye hitam terhadap kelapa sawit,” ujarnya.

Isu penting lain yang dibahas kedua negara yakni terkait perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Negeri Jiran. Salah satu yang menjadi sorotan yakni soal hak anak pekerja di Malaysia.“Hak pendidikan bagi anak pekerja Indonesia juga telah saya mohonkan perhatian kepada Perdana Menteri Najib,” ucap Presiden.

Sementara, Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd. Najib mengatakan, kedatangan Jokowi sekaligus menandakan hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia yang ke-60. Ia juga menegaskan, pertemuannya dengan Jokowi menjadi simbol hubungan Indonesia-Malaysia dalam keadaan yang sangat baik.

“Begitu banyak kemajuan mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, keamanan, dan kerja sama perbatasan. Keinginan kedua pemerintah untuk terus meningkatkan lagi hubungan sehingga semakin banyak peluang dan potensi yang dapat direalisasikan,” kata PM Najib.


(AGA)