Jokowi Sebut Investasi dan Ekspor Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 12 Feb 2018 15:38 WIB
presiden jokowidiplomasi luar negeri
Jokowi Sebut Investasi dan Ekspor Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI
Presiden Joko Widodo didampingi Menlu Retno Marsudi di Kemenlu RI, Jakarta, Senin 12 Februari 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Presiden Joko Widodo mengatakan ada dua kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia keduanya adalah investasi dan ekspor. 

"Investasi dan ekspor. Dua hal ini sangat menentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan ini tergantung pada Anda," ucap Jokowi dalam rapat kerja perwakilan RI di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin 12 Februari 2018.

Jokowi menuturkan, untuk rating investasi, Indonesia berada di peringkat 145 secara global. Dia menuturkan, sebenarnya Indonesia bisa menempati posisi yang lebih baik karena peluangnya sangat besar.

"Indonesia ini negara besar, jadi kita harus siap untuk melakukan investasi," imbuh dia.

Presiden Jokowi mengatakan banyak produk yang siap diinvestasikan Indonesia, misalnya semen, minyak dan gas. Menurut dia, Indonesia sudah mulai dipandang sebagai tempat yang menguntungkan oleh para investor. Namun, para dubes atau kepala perwakilan RI harus aktif mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca: Peningkatan Peringkat Investasi Dorong Perekonomian Indonesia

Selain memperkuat investasi, dia juga memerintahkan para dubes melakukan promosi untuk meraih banyak pembeli pada event Indonesia Trade Expo.

"Bapak dan Ibu Dubes sekalian harus mengupayakan sebanyak-banyaknya buyer dari negara-negara tempat Anda bertugas. Promosi harus mulai dari sekarang. Sehingga ekspor naik, neraca perdagangan juga semakin baik," tuturnya.

Dari indeks bisnis, tambah Presiden Jokowi, Indonesia naik dari peringkat 120 pada 2015 menjadi 72 pada 2017. Kenaikan signifikan ini cukup membanggakan, namun harus terus ditingkatkan untuk menopang target indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2045. 

"Di tahun 2045 kita ingin menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia," tegasnya.

 


(WIL)