Hadiri PTM APEC, Wamenlu Dorong Ekonomi Inklusif dan Inovatif

   •    Rabu, 08 Nov 2017 20:09 WIB
ktt apec
Hadiri PTM APEC, Wamenlu Dorong Ekonomi Inklusif dan Inovatif
Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri APEC di Da Nang, Viet Nam, pada Rabu 8 November 2017. (Foto:Kemenlu)

Metrotvnews.com, Da Nang: Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir bergabung dengan para Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan dari 21 Ekonomi APEC pada Pertemuan Tingkat Menteri APEC di Da Nang, Viet Nam, pada Rabu 8 November 2017.

“Kerja sama APEC perlu wujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovatif dan berkelanjutan,” ucapnya dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima Metrotvnews.com pada Rabu 8 November 2017.
 
Wamenlu optimistis bahwa kawasan APEC memiliki kemampuan untuk terus memimpin pertumbuhan dan menjadi penggerak perekonomian global, dengan terus kedepankan keterbukaan ekonomi dan kebijakan reformasi struktural.
 
Disampaikan pula perlunya penyusunan segera visi APEC pasca Bogor Goals 2020, demi cita-cita APEC mewujudkan integrasi ekonomi regional dan komunitas Asia Pasifik.
 
“Bogor Goals” merupakan inisiatif Indonesia yang telah menjadi tujuan dan kekuatan pendorong kerja sama APEC selama 23 tahun, dan akan segera berakhir pada 2020. 

Kelangkaan Pangan

Berbicara pada Sesi mengenai “New Dynamism For Growth”, Wamenlu menekankan pentingnya kerja sama APEC untuk mengatasi kelangkaan pangan dan air bersih yang disebabkan oleh perubahan iklim dan ledakan jumlah penduduk.

Lebih lanjut, Wamenlu sampaikan bahwa sejak lama, Indonesia telah fokus untuk melibatkan secara langsung petani, nelayan dan masyarakat kecil yang tinggal di pedesaan dalam berbagai program dan inisiatif untuk mengatasi masalah kelangkaan pangan dan air bersih ini.

Secara konkret, Wamenlu RI menyampaikan usulan agar APEC dapat memperkuat kapasitas dan produktifitas petani dan nelayan kecil dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi, memperluas akses pasar bagi petani dan nelayan kecil dan memfasilitasi perundingan untuk menghapuskan hambatan non tarif produk pertanian.

Puncak pertemuan para Pemimpin Ekonomi APEC (KTT) akan diselenggarakan pada 11 November dalam format retreat, dan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.


(WAH)