Tragedi Rohingya

ASEAN tak Bisa Berlindung di Balik Prinsip Menghormati Kedaulatan Myanmar

M Rodhi Aulia    •    Sabtu, 02 Sep 2017 18:52 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
ASEAN tak Bisa Berlindung di Balik Prinsip Menghormati Kedaulatan Myanmar
Keluarga Rohingya berhasil melarikan diri dari Myanmar dan tinggal di sebuah kamp pengungsian di Teknaf, Bangladesh, 24 November 2016. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Setara Institute Hendardi mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap tragedi kemanusiaan Rohingya, Rakhine, Myanmar. Indonesia harus menjadi pelopor intervensi kemanusiaan demi menyelamatkan Rohingya dari ancaman genosida.

"Negara-negara ASEAN tidak bisa berlindung di balik prinsip menghormati kedaulatan Myanmar atas tragedi ini," kata Hendardi seperti dilansir Antara, Sabtu 2 September 2017.

Menurut Hendardi, krisis Rohingya adalah tragedi kemanusiaan yang secara etis dan politik menuntut dunia internasional, termasuk ASEAN untuk melakukan intervensi kemanusiaan. Hendardi tak ingin ada pembiaran terhadap kejahatan kemanusiaan tersebut.

"Indikasi keterlibatan tentara Myanmar merupakan bukti bahwa kekerasan tersebut dipelopori oleh negara," ucap dia.

Hendardi menegaskan genosida merupakan salah satu kejahatan internasional. Maka dari itu, ia meminta pemerintah Indonesia khususnya untuk menjadi pelopor agar ancaman genosida ini tidak terjadi.

"Atas nama kemanusiaan, pemerintah Indonesia harus menjadi pelopor penanganan Rohingya," tegas dia.





(DHI)