Menilik Masuknya Aliran Dana ke Rezim Kim Jong-un

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Jul 2017 13:49 WIB
korea utara
Menilik Masuknya Aliran Dana ke Rezim Kim Jong-un
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: Mirror)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Menghadiri konser keberhasilan peluncuran uji coba misil balistik terbaru, pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un terlihat keluar dari mobil Mercedes Benz hitam yang sangat mewah.

Pertanyaan tentu melintas di kepala para warganet internasional, dari mana Kim mendapatkan semua itu? Siapa yang menjual barang-barang mewah untuk pemimpin misterius ini?

Pasalnya, meski mendapat sanksi internasional, Kim masih terus menikmati kehidupan yang terbilang mewah, misalnya kapal pesiar dan resor ski yang megah.

Menurut laporan yang dikeluarkan PBB pada 2015 lalu, impor Korut mencapai USD3,47 miliar. Padahal, satu-satunya negara yang diketahui 'bekerja sama' dengan Korut adalah China.

Tak hanya itu, Maret 2016, Kim sempat memperingatkan warganya untuk mempersiapkan diri menghadapi kelaparan dan kesulitan ekonomi parah. Namun, dirinya masih menikmati kehidupan mewah.


(Foto: CNN)

Dikutip dari CNN, Senin 17 Juli 2017, sejumlah ahli mengatakan, Kim melakukan semua transaksi pribadinya lewat "piggy bank" di mana hasil uang tersebut berasal dari kegiatan terlarang, seperti menjarah bank, menjual senjata, memalsukan uang, bahkan perdagangan spesies langka yang terancam punah.

Kegiatan-kegiatan ilegal semacam ini diyakini berhasil menghasilkan ratusan juta dolar Amerika.

"Uang itulah yang menyokong program misil balistik mereka. Kerangka program misil mereka bergerak dengan cepat, meski sudah diberikan sanksi," ujar seorang perwakilan Partai Republik yang juga anggota komite House Armed Service serta advokat senior soal misil di Amerika Serikat, Doug Lamborn.

Hampir tidak mungkin melacak aliran dana ke Pyongyang ini secara akurat, karena kemungkinan rezim Kim menyembunyikannya rapat-rapat dan sangat rapi.

Namun, sebuah laporan dari Layanan Riset Kongres AS menyebutkan, Korut menghasilkan keuntungan dari USD500 juta sampai USD1 miliar setiap tahunnya, dari kegiatan-kegiatan ilegal tersebut.

"Korut akan menjual apapun, selama si pembeli mampu membayar," ungkap mantan Wakil Direktur Kementerian Keuangan AS, Anthony Ruggiero.

"Pendapatan negara disinyalir memang masuk langsung ke rekening Kim," ungkap dia.

Bahkan, para ahli di AS menyebut rezim Kim termasuk rezim yang hebat karena menyimpan rahasia aliran dana ke negara dengan rapi. 

Pada akhirnya, menghasilkan uang dengan cara apapun adalah cara penting bagi Kim untuk memperkuat Korut dan membangun lebih kuat lagi program misil balistiknya.

 


(WIL)