Lewat Film, Korsel Ajak RI Telusuri Pelanggaran HAM di Korut

Sonya Michaella    •    Senin, 28 Nov 2016 15:27 WIB
indonesia-korsel
Lewat Film, Korsel Ajak RI Telusuri Pelanggaran HAM di Korut
Dubes Korsel untuk Indonesia Cho Tae-young di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, 28 November 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menggali perhatian dan kepedulian terhadap hak asasi manusia di Korea Utara (Korut) menjadi salah satu tujuan utama dari Festival Film Internasional. 

Festival diselenggarakan Kedutaan Besar Korea Selatan (Korsel) di Indonesia bekerja sama dengan Network for North Korean Democracy and Human Right (NKnet) dan Institute for Policy Research and Advocacy.

"Pagelaran festival film ini sangat penting bagi kita untuk menaruh perhatian lebih kepada saudara-saudara kita di Korut dan untuk mengetahui bagaimana keadaan di sana sebenarnya," jelas Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Cho Tae-young pada pidatonya di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Sejak 2011, festival film ini telah menyiarkan lebih dari 80 judul film di Korsel, Kanada, Amerika Serikat, Prancis dan Jerman. Tahun ini, giliran Indonesia (28-30 November) dan Australia (4-10 Desember).

Lewat festival film ini, diharapkan pesan penting terkait HAM di Korut tersampaikan kepada masyarakat, tak hanya di Korsel namun di seluruh dunia.

"Tanpa HAM, kita tidak akan hidup bahagia. HAM sangat dibutuhkan dan merupakan sesuatu yang penting yang harus ada di sebuah negara," ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, semua orang harus mengerti dan mengetahui pasti bagaimana HAM di Korut yang lambat laun semakin mengerikan keadaannya.

Pasalnya, Korut termasuk negara dengan pelanggaran HAM yang cukup berat. Pemimpinnya, Kim Jong-un meraup keuntungan besar dari warga Korut yang bekerja di negaranya maupun di luar negeri.

Dari keuntungan material, Jong-un dinilai lebih mementingkan uji coba nuklir dan misil balistik ketimbang mensejahterakan rakyatnya. 

"Setiap tahunnya, festival film ini memang mengangkat isu HAM di Korut yang semakin mengkhawatirkan," ucap seorang aktivis HAM Korut, Yu Jae-kil.


Yu Jae-kil. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Selain di Lotte Shopping Avenue, festival film ini juga akan diselenggarakan di Universitas Padjadjaran, Bandung dan Jakarta Indonesia Korean School. Sementara di Australia, akan diadakan di Sydney, Perth, Melbourne dan Brisbane.


(WIL)