Uni Eropa Berikan Dana Pembangunan untuk ASEAN hingga 2020

Sonya Michaella    •    Rabu, 14 Sep 2016 11:58 WIB
asean-uni eropa
Uni Eropa Berikan Dana Pembangunan untuk ASEAN hingga 2020
Uni Eropa berikan pendanaan untuk ASEAN (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Uni Eropa dan ASEAN berkomitmen untuk terus bekerja sama di tahun-tahun ke depan di berbagai bidang strategis.
 
Blue Book 2016 diluncurkan oleh Uni Eropa dan ASEAN dalam rangka memberi gambaran tentang kerja sama pembangunan Uni Eropa dan ASEAN beserta para anggotanya.
 
"Uni Eropa dan ASEAN adalah integrasi regional terdepan di dunia dan terus berkomitmen menjalin kerja sama di berbagai bidang," ujar Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Fransisco Fontan di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).
 
Uni Eropa pun secara signifikan terus menambah dana kerja sama pembangunan dalam rangka mendukung agenda integrasi regional ASEAN sejak 2015 lalu.
 
"Saya percaya bahwa meningkatnya kerja sama Uni Eropa dengan ASEAN, di mana bisa dilihat di Blue Book ini, akan berkontribusi terhadap kemitraan yang lebih erat antara dua kawasan," lanjutnya.
 
Menciptakan stabilitas dan kedamaian di kawasan, kerja sama pembangunan, jalinan hubungan bilateral antara anggota-anggota Uni Eropa dan ASEAN adalah beberapa rencana yang akan terus dikembangkan ke depan.
 
Pendanaan Uni Eropa sendiri untuk program kerja sama pembangunan kawasan ASEAN selama 2014 hingga 2020 mendatang dicanangkan mencapai 196 juta Euro.
 
Jumlah ini, imbuh dia, di luar kerja sama bilateral Uni Eropa dengan masing-masing negara anggota ASEAN dan juga di luar bantuan langsung kepada ASEAN atau negara anggota ASEAN.
 
"Uni Eropa bersama negara-negara anggotanya merupakan donor terbesar dunia pada 2015 dengan kontribusi sebesar 68 miliar Euro," tuturnya.
 
Fontan juga menegaskan bahwa ASEAN tak hanya strategis di bidang ekonomi, namun juga di bidang pendidikan.
 
"Selain itu, kami juga akan membicarakan mengenai keamanan maritim, EU-ASEAN Bussiness Council dan tentunya KTT ASEAN tahun depan yang akan dilaksanakan di Filipina," pungkasnya.



(FJR)