Obama Sebut Laos Masih di Bawah Bayang-Bayang Perang

Willy Haryono    •    Rabu, 07 Sep 2016 13:03 WIB
politik as
Obama Sebut Laos Masih di Bawah Bayang-Bayang Perang
Presiden AS Barack Obama menyapa tim penyapu bom dan ranjau darat di Vientiane, Laos, 7 September 2016. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Metrotvnews.com, Vientiane: Mengakui imbas buruk dari Perang Vietnam, Presiden Barack Obama memberikan penghormatan kepada korban luka akibat 80 juta bom yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) beberapa dekade lalu. 

Dari sekitar 80 juta bom, masih banyak yang belum meledak dan kerap melukai warga Laos hingga saat ini. AS bertekad membersihkan daratan Laos dari bom dan ranjau tersebut. 

Mengunjungi sebuah pusat rehabilitasi di Vientiane, Obama mengatakan AS memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah jatuhnya korban dari sisa-sisa bom. Obama memuji jajaran pemerintahannya yang telah menggandakan dana untuk membersihkan bom di Laos hingga USD90 juta. 

Angka USD90 juta relatif kecil untuk ukuran AS, namun merupakan investasi signifikan bagi negara kecil seperti Laos. 

"Empat dekade terakhir ini, warga Laos masih hidup di bawah bayang-bayang perang," kata Obama, seperti dilansir Associated Press, Rabu (7/9/2016). "Perang belum berakhir saat bom itu berhenti berjatuhan dari langit," sambung dia. 

Sekitar 20 ribu warga Laos tewas atau terluka sejak Perang Vietnam berakhir, ujar Obama yang melihat beberapa granat berkarat dan foto seorang bocah yang kehilangan kakinya akibat ranjau AS. Obama menegaskan angka tersebut bukan sekadar statistik, tapi juga pengingat mengenai besarnya korban jiwa akibat perang. 


Obama melihat kaki dan tangan palsu untuk korban ranjau di Laos. (Foto: AFP) 

"Saya terinspirasi dengan Anda," ucap Obama kepada salah satu korban luka, Thoummy Silamphan, yang menggunakan tangan palsu setelah terkena bom AS. 

Setengah abad lalu, AS mengubah Laos menjadi negara yang paling banyak dihujani bom. Ketika itu, AS menjatuhkan lebih dari dua juta ton bom dan bahan peledak lainnya ke Laos dalam salah satu fase di Perang Vietnam. 

Sebagai presiden aktif pertama AS yang datang ke Laos, Obama mengatakan banyak warga Negeri Paman Sam yang tidak menyadari adanya "fakta menyakitkan" ini. 

Obama tidak datang ke Laos untuk meminta maaf. Namun, ia berharap kerja sama AS dengan Laos dalam membersihkan bahan peledak dapat menjadi "kemajuan besar" antar kedua negara.

Korban luka akibat bahan peledak AS di Laos terus menurun dari tahun ke tahun. Belakangan, jumlahnya menurun dari ratusan hingga puluhan korban per tahun. Namun sejumlah grup relawan mengatakan Laos masih membutuhkan lebih banyak bantuan. Dari seluruh provinsi di Laos, hanya satu yang mempunyai sistem komprehensif dalam menangani bom dan ranjau darat.


(WIL)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

7 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA