Putusan Arbitrase Tak Berpengaruh Apapun untuk LCS

Sonya Michaella    •    Selasa, 31 Oct 2017 15:14 WIB
laut china selatan
Putusan Arbitrase Tak Berpengaruh Apapun untuk LCS
Pulau Paracel di Laut China Selatan menjadi rebutan antara Tiongkok, Filipina dan Vietnam. Citra satelit pada 28 Januari 2017 menunjukkan Tiongkok melakukan reklamasi lahan, meski mengaku dihentikan dua tahun lalu (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana mengatakan, putusan arbitrase internasional yang dikeluarkan pada Juli 2016 lalu tidak berpengaruh apa-apa terhadap keadaan Laut China Selatan.
 
"Saya harap Tiongkok bisa mengikuti putusan arbitrase untuk memberikan contoh bahwa negara besar juga mematuhi sebuah keputusan," kata Hikmahanto dalam paparannya di seminar 'Geopolitical and Legal Development Post Permanent Court of Arbitration Award on South China Sea Dispute', di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa 31 Oktober 2017.
 
"Seperti masalah Indonesia dan Malaysia, Indonesia kalah, ya kita terima," ucap dia lagi.
 
Menurut Hikmahanto, menerima dengan lapang dada sebuah keputusan bisa dijadikan contoh untuk negara-negara yang lain, terutama negara Barat.
 
 
Putusan arbitrase ini juga tidak akan mengikat Tiongkok dalam kesepakatan apapun. Maka dari itu, Tiongkok masih bisa leluasa untuk 'menguasai' Laut China Selatan, meski putusan mengatakan Tiongkok tidak berhak.
 
"Ya memang tidak ada yang berubah walaupun putusan arbitrase sudah keluar. Namun, Tiongkok tetap membutuhkan dunia, begitu pun sebaliknya," tutur dia.
 
Selama ini, Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Klaim sepihak membuat sejumlah negara tetangganya geram. Negara-negara itu adalah Vietnam, Taiwan, Filipina Brunei Darussalam dan Malaysia.
 
Tiongkok juga sempat berang ketika Indonesia mengeluarkan peta baru di mana nama Laut China Selatan diubah menjadi Laut Natuna Utara. 
 
 
Pemerintah Tiongkok dikabarkan juga sudah mengirim nota diplomatik ke KBRI Beijing. Kendati demikian, Pemerintah Indonesia tidak menanggapi perihal permasalahan ini.



(FJR)