Pertempuran Kashmir Masuki Hari Kedua, Lima Tentara Tewas

Arpan Rahman    •    Minggu, 11 Feb 2018 18:11 WIB
konflik kashmir
Pertempuran Kashmir Masuki Hari Kedua, Lima Tentara Tewas
Anggota paramiliter India bersiaga di wilayah rawan konflik di Srinagar, Kashmir India, 12 September 2016. (Foto: AFP/TAUSEEF MUSTAFA)

Srinagar: Pertempuran sengit di sebuah pangkalan militer di kota Jammu, Kashmir wilayah India, memasuki hari kedua. Sedikitnya enam orang tewas dalam baku tembak, termasuk lima tentara.

Angka resmi yang dikeluarkan pada Minggu 11 Februari 2018 menunjukkan tiga penyerang tewas dan 11 orang terluka dalam serangan di kamp tentara Sunjuwan milik India.

Kepala Angkatan Darat India Bipin Rawat bertolak menuju Jammu untuk memantau langsung situasi. Otoritas India mengatakan sejumlah penyerang terpojok di Sunjuwan.

Ratusan polisi, prajurit, dan paramiliter India dipanggil demi mengusir militan yang berhasil membarikade diri di dalam bangunan di kompleks Sunjuwan. Kompleks militer ini berdiri dekat beberapa pusat perbelanjaan dan sekolah.

Berbicara kepada kantor berita Al Jazeera, seorang pejabat dari badan administrasi sipil Kashmir India mengatakan bahwa sekolah-sekolah di dekat Sunjuwan telah ditutup sebagai tindakan pencegahan.

Baca: Dua Prajurit India Tewas Diserang Militan di Kashmir

"Ketegangan terus meningkat. Baku tembak masih terjadi," kata pejabat tersebut kepada Al Jazeera, Minggu 11 Februari 2018.

Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh mengatakan tengah memantau situasi di Jammu secara seksama.

Penyerang diduga berafiliasi dengan Jaish-e-Mohammad, kelompok militan yang berbasis di Pakistan. Jaiesh-e-Mohammad telah meluncurkan serangan serupa dalam beberapa tahun terakhir ke kompleks tentara dan paramiliter di seantero kawasan.

Kashmir terbagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan dari koloni Inggris pada 1947. Kedua negara sama-sama mengklaim keseluruhan Kashmir.


(WIL)