Indonesia Dipersiapkan untuk Dukung Kampanye HeForShe

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 30 Nov 2017 13:05 WIB
kampanye heforshe
Indonesia Dipersiapkan untuk Dukung Kampanye HeForShe
Peluncuran Kampanye ASEAN HeForShe di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis, 30 November 2017 (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Presiden Joko Widodo merupakan satu dari dua kepala negara di Asia Pasifik yang bergabung dalam kampanye HeForShe. Kampanye ini adalah program untuk mendukung perempuan dalam mencapai kesetaraan gender.
 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohanna Yambise menuturkan, Indonesia saat ini tengah dipersiapkan untuk mendukung kampanye tersebut. Dia mengatakan, sebagai negara demokrasi dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia harus menjadi contoh untuk kampanye HeForShe ini.
 
Meski demikian, kendala yang dihadapi cukup banyak. Pasalnya, dengan keragaman budaya, beragam pula tradisi yang dimiliki Indonesia. Dari sekian banyak tradisi itu, banyak pula peraturan yang membuat wanita tidak bisa berpartisipasi dalam masyarakat.
 
"Mengubah pola pikir seluruh pria merupakan tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah kami dalam mendukung kampanye HeForShe ini. Karenanya, masalah ini harusnya menjadi masalah bersama, bukan hanya pemerintah atau wanita saja," katanya dalam acara Peluncuran Kampanye ASEAN HeForShe di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis, 30 November 2017.
 
"Kami optimis bisa merubah Indonesia menjadi lebih ramah perempuan. Meski demikian, perbedaan budaya, agama, tradisi dan peraturan di semuanya itu, membuat wanita seolah tidak memiliki kekuatan," imbuh dia.
 
Karenanya, lewat Kementerian PPPA, perubahan pola pikir dimulai. "Untuk Indonesia wilayah barat, cukup mudah untuk mengubah pola pikir karena masyarakatnya lebih bersifat terbuka. Namun, agak sulit ketika kita berbicara mengenai wilayah Timur. Karenanya, Kementerin Pemberdayaan Perempuan dan Anak mencoba untuk merangkul mereka yang ada di Timur terlebih dahulu," ungkapnya.
 
Di mulai dari Papua, Kementerian PPPA mulai mencoba untuk merangkul para kepala adat dan tetua agama di sana. Mereka memberi pengertian untuk mencoba mulai melibatkan wanita dengan mendengarkan pendapat mereka.
 
Kementerian PPPA juga mengajak para wanita untuk mengungkapkan perspektif mereka bagi kemajuan komunitas. Dan saat ini, program tersebut sudah berpindah ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.
 
Untuk program ini, Kementerian PPPA juga merangkul organisasi-organisasi wanita. Mereka juga mencoba mengubah pola pikir wanita untuk mengungkapkan pendapat mereka ke komunitas.
 
Kampanye HeForShe ini diluncurkan ke internasional pada 2014 lalu di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. UN Woman, selaku koordinator kampanye, menggaet Emma Watson sebagai duta Kampanye HeForShe. Sementara itu, Indonesia mulai meluncurkan kampanye ini sejak 2016 lalu, tepatnya saat Hari Ibu, 22 Desember.



(FJR)