Perempuan Indonesia Masih Sering Alami Kekerasan

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 30 Nov 2017 14:48 WIB
kampanye heforshe
Perempuan Indonesia Masih Sering Alami Kekerasan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menuturkan, satu dari tiga perempuan Indonesia dalam rentang usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual dari pasangan atau lainnya.
 
Sementara itu, satu dari 10 wanita tersebut masih terus mengalami kekerasan dalam 12 tahun terakhir. Karenanya diperlukan dukungan agar perempuan mendapatkan kesetaraan gender, melalui kampanye HeForShe.
 
"Kekerasan terhadap perempuan di kaum urban lebih tinggi daripada di pedesaan. Tercatat 36,3 persen di perkotaan dan 29,8 persen di pedesaan," ucap Yohana saat membuka peluncuran kampanye ASEAN HeForShe, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis, 30 November 2017.
 
Karenanya untuk menangkal kekerasan perempuan, Kementerian PPPA mengeluarkan program Three Ends. Fokus program ini adalah, menghentikan kekerasan pada perempuan dan anak, menghentikan perdagangan perempuan dan anak, serta menghentikan kesenjangan ekonomi pada perempuan dan anak.
 
Kesetaraan gender menjadi satu fokus penting pemerintah Indonesia. Kesetaraan gender ini menjadi solusi dari kekerasan yang seringkali dialami wanita.
 
Kampanye HeForShe di Indonesia mulai diluncurkan pada Desember 2016, tepatnya saat Hari Ibu. Presiden Joko Widodo mengajak para pejabat pemerintah untuk ikut mendukung program tersebut.
 
Indonesia saat ini tengah dipersiapkan untuk mendukung kampanye tersebut. Dia mengatakan, sebagai negara demokrasi dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia harus menjadi contoh untuk kampanye HeForShe ini.
 
Sayangnya, kendala yang dihadapi cukup banyak. Pasalnya, dengan keragaman budaya, beragam pula tradisi yang dimiliki Indonesia. Dari sekian banyak tradisi itu, banyak pula peraturan yang membuat wanita tidak bisa berpartisipasi dalam masyarakat.



(FJR)