Perempuan Adalah Agen Perubahan untuk Perdamaian

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 30 Nov 2017 20:06 WIB
kesetaraan genderkampanye heforshe
Perempuan Adalah Agen Perubahan untuk Perdamaian
Menlu Retno Marsudi meraih penghargaan Agen Perubahan dari PBB (Foto: Antara).

Jakarta: Perempuan merupakan agen perubahan untuk perdamaian dunia. Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara 'UN Women: Agent of Change, Builder of Peace with Minister of Foreign Affairs', di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, 30 November 2017.
 
"Perempuan adalah agen perubahan untuk perdamaian. Dan ada tiga aspek yang membuktikannya," ujar Menlu Retno.
 
Aspek pertama adalah perempuan secara natural merupakan agen perdamaian. Perempuan diberikan insting melindungi apa yang ada. Hal ini merupakan sifat natural pada setiap perempuan untuk melindungi keluarganya.
 
 
Aspek kedua, ujar Menlu Retno adalah perempuan secara alami dapat dipercaya. Hal tersebut dibuktikan dengan kepercayaan yang diterima perempuan dari anak-anaknya.
 
Indonesia menggunakan perempuan sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB. Kepercayaan diperlukan agar para pengungsi mau terbuka pada para wanita anggota pasukan perdamaian dunia ini.
 
Sebanyak 2.700 wanita sudah diturunkan sebagai pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia.
 
"Aspek ketiga, wanita sebagai agen alami untuk mengajarkan toleransi," imbuh Menlu Retno.
 
Untuk mencapai kesetaraan gender, perempuan merupakan penggerak pertama. Dengan mengajarkan toleransi pada anak dari rumah, hal itu bisa dibawa ke dunia luar.
 
Menlu Retno menuturkan bahwa Indonesia sangat aktif dalam isu pemberdayaan perempuan, baik dalam konteks internasional maupun regional. Hal ini dibuktikan dengan Presiden Joko Widodo menjadi salah satu pemimpin negara yang ikut kampanye HeForShe.
 
"Kita juga bisa melihat main steaming gender policy di dalam setiap kebijakan kita benar-benar coba kita lakukan. Kita lihat dalam kabinet sekarang ada sembilan perempuan yang menjadi menteri," jelasnya.
 
Nyatanya hal ini dilihat dunia, sehingga Menlu Retno diberikan penghargaan sebagai Agen Perubahan untuk Perdamaian dari PBB pada September lalu di New York, Amerika Serikat.



(FJR)