Dua Perusahaan Singapura Diduga Pasok Miras ke Korut

Sonya Michaella    •    Selasa, 13 Mar 2018 08:33 WIB
korea utarasingapura
Dua Perusahaan Singapura Diduga Pasok Miras ke Korut
Salah satu sudut kota Pyongyang, Korea Utara. (Foto: Cyrus Kirkpatrick)

New York: Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bocor menyebutkan bahwa dua perusahaan Singapura telah melanggar sanksi PBB dengan memasok barang-barang mewah ke Korea Utara (Korut).

Barang-barang mewah ini dikirim ke Pyongyang sampai akhir Juli 2017 lalu, termasuk anggur dan minuman keras.

Dua perusahaan yang berbasis di Singapura ini adalah OCN dan T Specialist. Mereka adalah perusahaan keluarga dan dipimpin direktur yang sama. 

Laporan yang bocor ini telah disahkan oleh Dewan Keamanan PBB dan sedianya akan dipublikasikan pekan ini.

Dilansir dari BBC, Selasa 13 Maret 2018, Pemerintah Singapura bersumpah akan menyelidiki dari mana informasi tersebut berasal. Dua perusahaan tersebut menyangkal tudingan dari PBB. 

Sejumlah analis mengatakan, jika benar Singapura melakukan pelanggaran tersebut, bukan tidak mungkin ada negara di Asia lainnya yang juga memasok kebutuhan ke Korut.

Di bawah sanksi PBB, menjual barang-barang mewah ke Korut adalah ilegal, sejak 2006. Dan undang-undang Singapura juga melarang penjualan barang-barang ke Korut selama beberapa tahun.

Laporan PBB menyebutkan, antara 2011-2014, ada transaksi senilai leih dari USD2 juta yang diduga berasal dari penjualan barang ke Korut, diselidiki dari akun bank yang disiapkan dua perusahaan ini di Pyongyang.

Namun, T Specialist berdalih bahwa aliran dana tersebut tidak berasal dari Korut, melainkan dari Hong Kong, dan terkait dengan hasil penjualan dari 2012. 

Padahal, Singapura telah melarang lembaga keuangannya untuk memberikan bantuan keuangan dan layanan untuk memfasilitasi perdagangan dengan Korut. 



(WIL)