Jalur Kereta Api Korut-Korsel Diresmikan Pekan Depan

Sonya Michaella    •    Minggu, 23 Dec 2018 17:09 WIB
korsel-korut
Jalur Kereta Api Korut-Korsel Diresmikan Pekan Depan
Jalur kereta api penghubung Korut dan Korsel. (Foto: AFP)

Seoul: Pekan depan, tepatnya 26 Desember 2018, akan menjadi hari bersejarah bagi Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut). Pada hari itu, akan diadakan upacara bersama untuk memulai dibukanya jalur kereta api antar-Korea.

Diharapkan Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in bisa hadir. Namun, kedua Korea harus mendapatkan persetujuan dari Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk merealisasikan proyek tersebut.

Kendati demikian, Kementerian Unifikasi Korsel telah menyebut, pengerjaan rel kereta api ini kepada dunia internasional sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi.

Dilansir dari South China Morning Post, Minggu 23 Desember 2018, pembahasan mengenai jalur kereta sudah berlangsung selama 10 tahun di desa Panmunjom di Zona Demiliterisasi.

Baca: Korut-Korsel Bahas Jalur Kereta Lintas Perbatasan

Jalur kereta api sudah terbentang dari Seoul ke Pyongyang, dan juga ke arah Sinuiju di perbatasan Tiongkok. Jalur ini awalnya dibangun Jepang pada permulaan abad ke-20, jauh sebelum Perang Korea.

Lewat revitalisasi jalur, kedua negara akan lebih terhubung. Jalur kereta juga dapat memodernisasi infrastruktur rel Korut yang sudah kuno.

Tidak hanya itu, jalur kereta juga dapat membuat Korsel tidak lagi bergantung ke Tiongkok, Rusia dan bahkan Eropa dalam urusan perdagangan. Di sisi timur semenanjung, rel kereta api dapat menghubungkan kota pelabuhan Busan ke Eropa melalui Korut dan Rusia.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in setuju mengadopsi langkah-langkah praktis menuju koneksi dari kereta api di pertemuan pertama mereka pada April.

Hubungan kedua Korea semakin membaik usai pertemuan kedua pemimpin berlangsung sukses. Tak hanya itu, Korsel juga membantu Korut untuk pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Singapura pada 12 Juni.


(FJR)