Kritik Uni Eropa ke Duterte Dianggap Sebagai Penebusan Dosa

Sonya Michaella    •    Kamis, 22 Sep 2016 12:42 WIB
filipina
Kritik Uni Eropa ke Duterte Dianggap Sebagai Penebusan Dosa
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Manila: Sehari setelah menggegerkan dunia internasional karena mengacungkan jari tengah kepada Uni Eropa, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan bahwa Eropa hanya ingin menebus kesalahan di masa lalu.

"Pernyataan blok itu hanya dimaksudkan untuk menebus dosa mereka dulu. Negara-negara anggota Uni Eropa terlibat kekejaman di Timur Tengah," kata Duterte, seperti dikutip Inquirer, Kamis (22/9/2016).

Sebelumnya, Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah orang yang tewas dalam perang narkoba Duterte di Filipina.

Tak hanya itu, anggota parlemen Uni Eropa juga menyatakan bahwa Duterte mendorong adanya pembunuhan pengedar dan pengguna narkoba.

"Ketika saya masih jadi Wali Kota, silahkan kritik. Tapi saat ini saya presiden sebuah negara. Saya yang bertanggung jawab atas negara saya," tegas Duterte.

Saat mendengar dirinya mendapat kritik dari Uni Eropa, Duterte langsung melakukan konferensi pers di Davao, kota yang pernah dipimpinnya dulu.

"Saya bilang kepada mereka, persetan kalian semua. Anda melakukan itu (kritik terhadap Filipina)," ujarnya dihadapan para pejabat Davao.

Sejak resmi menjadi presiden pada 30 Juni lalu, sekitar 3.000 orang tewas di bawah kebijakannya menghabisi kejahatan narkoba. Sekitar satu per tiga dari jumlah tersebut tewas ditembak polisi, dan sisanya oleh orang tak dikenal. 

"Sekarang Uni Eropa sudah berani mengutuk saya. Saya akan ulangi sekali lagi, persetan dengan kalian semua," sambung Duterte sambil mengacungkan jari tengah.


(FJR)