Duterte Mengaku Repot Jika Harus Bunuh Semua Pengedar Narkoba

Willy Haryono    •    Senin, 19 Sep 2016 14:54 WIB
filipina
Duterte Mengaku Repot Jika Harus Bunuh Semua Pengedar Narkoba
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pidatonya di San Miguel, 15 September 2016. (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Metrotvnews.com, Manila: Sedikitnya 700 ribu pecandu serta pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang di Filipina telah menyerahkan diri ke polisi sejak Rodrigo Duterte menjadi presiden. 

Dengan nada bercanda, Duterte mengaku tidak mungkin membunuh mereka semua karena penyusunan laporan akhirnya akan sangat merepotkan. 

"Jadi saat saya mulai menekan semua orang (terkait perang melawan narkoba), awalnya terlihat seperti hanya ada satu cacing yang keluar dari kaleng. Tidak ada yang percaya jika ternyata ada 700 ribu lainnya yang sudah menyerahkan diri ke polisi dan militer," ujar Duterte kepada awak media, seperti dikutip ibtimes, Minggu (18/9/2016). 

"Tapi masalahnya adalah, 'Saya tidak bisa membunuh mereka semua.' Walau pun saya ingin, saya tidak bisa, karena laporan akhirnya nanti akan menjadi sangat tebal," tambah dia. 

Duterte pun meminta penambahan waktu dalam perang melawan narkoba di negaranya. Ia meminta pertempurannya ini dilanjutkan hingga enam bulan ke depan. 

"Saya tidak menyangka ada ratusan ribu orang yang terlibat bisnis narkoba ini. Saya tidak menyadari betapa parahnya masalah narkoba di republik ini," ungkap Duterte. 

Di tengah upaya melawan kejahatan narkoba, pekan lalu muncul tuduhan bahwa Duterte memerintahkan pembunuhan ribuan orang yang diduga sebagai penjahat ketika Duterte menjabat sebagai wali kota Davao.

Disebutkan pula, Duterte memerintahkan pembunuhan terhadap para musuh politiknya.

Tuduhan dikeluarkan oleh seorang mantan pembunuh bayaran yang memberikan kesaksikan di hadapan Senat Filipina di mana sat masih bergabung dengan Davao Death Squad (DDS) di Davao, dirinya diperintahkan oleh Duterte untuk membunuh Muslim dan mengebom masjid.


(WIL)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

9 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA