Abu Sayyaf Dikabarkan Bebaskan Tiga Sandera WNI

Willy Haryono    •    Minggu, 18 Sep 2016 15:15 WIB
wni disandera abu sayyaf
Abu Sayyaf Dikabarkan Bebaskan Tiga Sandera WNI
Kelompok militan Abu Sayyaf. (Foto: Inquirer)

Metrotvnews.com, Manila: Kelompok militan asal Filipina Abu Sayyaf dikabarkan telah membebaskan tiga warga negara Indonesia yang diculik pada Juli lalu. Kabar disampaikan grup pemberontak Moro National Liberation Front (MNLF). 

Juru bicara MNLF Profesor Samsula Adju mengatakan ketiga sandera telah diserahkan Abu Sayyaf ke pihaknya pada Sabtu malam. Kini, ketiganya sudah bersama pendiri MNLF, Nur Misuari, di kota Indanan. 

"Iya, mereka diserahkan ke MNLF kepada ASG," tutur Adju, merujuk pada singkatan dari Abu Sayyaf Group, seperti dikutip Inquirer, Minggu (18/9/2016). 

Adju menambahkan ketiga WNI itu rencananya akan diserahkan ke pemerintah Filipina hari ini. 

Octavio Dinampo, seorang profesor di sebuah universitas di Sulu, mengidentifikasi ketiga WNI sebagai Lorens Koten, Theodores Kopong dan Emmanuel. 

Masih kata MNLF, ketiga WNI tersebut bergabung dengan Kjartan Sekkingstad, seorang sandera asal Norwegia yang juga sudah dibebaskan Abu Sayyaf. 

Sementara itu Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mengatakan tekanan pemerintah terhadap Abu Sayyaf berujung pada dibebaskannya beberapa sandera. Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan pemerintah Filipina telah meminta bantuan MNLF untuk membebaskan Sekkingstad.


Kjartan Sekkingstad (kiri). (Foto: Reuters)

"Tekanan besar yang diterapkan kepada grup tersebut berujung pada pembebasan ini," ucap Padilla di ABS-CBN News Channel

"Kami memang meminta bantuan MNLF dan mereka telah memperluas kerja samanya," sambung dia. 

Padilla mengaku sudah mendengar kabar Abu Sayyaf telah membebaskan tiga sandera WNI. Namun, ia mengaku belum mendengar kabar itu secara langsung dari anak buahnya di lapangan. 

"Dureza ada di sana, tapi dia belum bersama para sandera yang dibebaskan," ungkap Padilla, merujuk pada penasihat hukum Presiden Rodrigo Duterte, Jesus Dureza. 

Belum diketahui apakah uang tebusan telah dibayarkan ke Abu Sayyaf sebagai pengganti dibebaskannya Sekkingstad dan tiga WNI. Selama ini sejumlah pihak meyakini Abu Sayyaf tidak akan pernah membebaskan tawanan tanpa menerima uang tebusa. 

Pertama kali dibentuk pada 1990-an, Abu Sayyaf telah mendapatkan uang tebusan senilai jutaan dolar Amerika Serikat dari berbagai kasus penculikan.


(WIL)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

17 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA