Abu Sayyaf Tak Akan Lepaskan Sandera Tanpa Tebusan

Sonya Michaella    •    Rabu, 21 Sep 2016 09:56 WIB
abu sayyaf
Abu Sayyaf Tak Akan Lepaskan Sandera Tanpa Tebusan
Abu Sayyaf ketika menyandera warga negara Norwegia (Foto: SITE)

Metrotvnews.com, Manila: Setelah satu tahun menyandera warga negara Norwegia, kelompok militan Abu Sayyaf akhirnya mendapat uang tebusan dari Norwegia.

Rodolfo Mendoza, seorang analis senior untuk perdamian, kekerasan dan terorisme dari Filipina yang berbasis di Manila mengatakan Abu Sayyaf tak pernah membebaskan sandera tanpa uang tebusan.

Hal ini berlaku untuk semua orang yang disanderanya, yang berarti termasuk tiga eks-sandera asal Indonesia yang baru saja dibebaskan Minggu 18 September lalu.

"Penyanderaan adalah kegiatan penggalangan dana Abu Sayyaf. Ada pembayaran uang tebusan yang dinegosiasi antara perantara ke keluarga dengan bantuan diplomatik," ujar Mendoza, seperti dikutip AFP, Rabu (21/9/2016).


Eks-sandera asal Norwegia/EPA

Disinyalir, Norwegia telah membayar tebusan sebesar 30 juta Peso atau setara dengan USD625.000. Namun, eks-sandera asal Norwegia, Kjartan Sekkingstad menolak berkomentar ketika ditanya perihal tebusan.

Senada dengan Mendoza, seorang ahli keamanan Asia Tenggara asal Amerika Serikat pun mengatakan tak diragukan lagi para sandera bebas karena telah dibayar tebusannya.


"Abu Sayyaf tidak melepaskan begitu saja. Di sini, pemerintah yang warga negaranya disandera akan menggunakan pihak ketiga untuk membayarkan tebusan," katanya.


Tiga eks-sandera Indonesia bersama eks-sandera Norwegia/AFP

Sementara, Pemerintah Filipina mengatakan bahwa eks-sandera asal Norwegia ini dibebaskan karena serangan militer yang diperintahkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dengan bantuan pembicaraan damai yang terpisah antara kelompok militan tersebut dengan pemerintah.

Berlokasi di Pulau Mindanao, Abu Sayyaf telah terdaftar di daftar hitam teroris AS. Beberapa pemimpinnya pun telah bersumpah setia terhadap Islamic State (ISIS). 

Sejumlah sandera telah dibebaskan oleh Abu Sayyaf, antara lain satu warga Norwegia, tiga warga Indonesia dan dua warga Filipina (dibebaskan dua bulan lalu).

Namun, pemerintah Filipina sendiri menolak mengakui bahwa adanya pembayaran uang tebusan untuk melepaskan para sandera. Mereka menegaskan tak ada pembayaran tebusan sehingga Abu Sayyaf tak akan menyandera kembali.

"Itu yang membuat mereka (Abu Sayyaf) tertekan, karena kami tak membayar uang tebusan," pungkasnya.



(FJR)